Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Masih Mengilapkah Kinerja Bank Permata Usai Masuknya Bangkok Bank?

Tahun lalu, Bangkok Bank mengumumkan rencana mencaplok saham PT Astra International Tbk. dan Standard Chartered Bank di PT Bank Permata Tbk. Bagaimana prospek kinerja sahamnya nanti?
Maria Elena & M. Richard
Maria Elena & M. Richard - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  15:37 WIB
Nasabah bertransaksi di banking hall Bank Permata, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Nasabah bertransaksi di banking hall Bank Permata, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Tahun lalu, banyak kabar aksi korporasi dari industri perbankan nasional. Salah satunya adalah upaya Bangkok Bank Public Company Limited mencaplok saham PT Bank Permata Tbk.

Setelah membukukan kinerja yang positif pada 2019, akankah perubahan pemegang saham ini mampu mendongkrak kinerja Bank Permata menjadi lebih tinggi?

Bangkok Bank akan membeli 89,12 persen saham Bank Permata, yang semula dimiliki oleh PT Astra International Tbk. dan Standard Chartered Bank. Proses akuisisi ini masih menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank of Thailand, serta diperkirakan rampung pada kuartal III/2020.

Saham Bank Permata sempat naik 4,38 persen pada 12 Desember 2019 merespons kabar tersebut, meski cenderung tidak banyak terapresiasi setelahnya. Pun ketika perseroan mengumumkan capaian laba bersih yang tinggi untuk 2019 pada pekan lalu, pasar tidak banyak bereaksi.

Namun, sepanjang tahun ini, saham emiten berkode BNLI tersebut justru terkoreksi 3,16 persen.

Anda sedang membaca konten premium.

Dapatkan informasi komprehensif untuk menavigasi bisnis Anda hanya dengan Rp50.000/bulan.
Berlangganan SekarangAtau Klik Di Sini untuk berlangganan Rp15.000/minggu
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top