Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Akuisisi Permata, Mahalkah Harga yang Harus Dibayar Bangkok Bank?

Keinginan Bangkok Bank untuk ekspansi lebih jauh di Indonesia sudah mendapat lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menyatakan bank asal Thailand itu mengincar satu bank lagi setelah mengakuisisi PT Bank Permata Tbk.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  11:53 WIB
Kantor pusat Bangkok Bank di Bangkok, Thailand. - bangkokbank.com
Kantor pusat Bangkok Bank di Bangkok, Thailand. - bangkokbank.com

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan telah memberikan lampu hijau kepada Bangkok Bank Public Company Limited (Pcl) jika ingin mengakuisisi bank lain setelah mengambil alih sebagian saham PT Bank Permata Tbk.

Dalam acara diskusi dengan media, Kamis (20/2/2020), Kepala Eksekutif Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan berdasarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 56/POJK.03/2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum, batas maksimum kepemilikan saham di bank bagi lembaga keuangan bank dan non bank adalah 40 persen.

"Kalau mau one step [di atas] harus bantu konsolidasi kredit prioritas pemerintah. Bisa juga membantu konsolidasi bank. Kalau ada komitmen itu baru boleh," ujarnya.

Mengacu kepada Pasal 12 ayat 1 POJK 56/2016, pemegang saham pada bank yang melakukan penggabungan atau peleburan dapat memiliki saham bank hasil penggabungan atau peleburan lebih dari batas maksimum kepemilikan saham. Artinya, Bangkok Bank harus merger atau melakukan konsolidasi atas lebih dari satu bank di Indonesia jika ingin menguasai lebih dari 40 persen saham Bank Permata.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top