Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aburizal Bakrie (kiri) dan Titiek Soeharto (kedua dari kanan) tengah menghadiri acara Reksa Dana Penta pada Rabu (5/3 - 1997).
Premium

Historia Bisnis: Cendana dan Bakrie Coba Selamatkan Keluarga Sutowo

06 Maret 2020 | 16:51 WIB
Bank Pacific milik Keluarga Sutowo tengah dalam kondisi kritis pada awal 1997. Tumpukan hutang hingga Rp2 triliun sulit untuk dicari jalan keluarnya. Keluarga Cendana dan Bakrie pun berusaha untuk menyelamatkan.

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Pacific pada tahun 1997. Kondisinya begitu pelik. Mereka menanggung beban yang sangat sulit untuk diselesaikan. Yakni, berhutang kepada sejumlah pihak dengan total hingga Rp2 triliun.

Banyak analisis beredar yang menjelaskan mengapa bank milik keluarga Sutowo itu berada dalam kondisi sulit.

Salah manajemen hingga intervensi dari keluarga, khususnya anak kedua Ibnu Sutowo, Endang Utari, terlalu berlebihan, adalah beberapa analisis tersebut. Maksud intervensi tadi adalah, Endang kerap menggunakan uang bank untuk bisnis-bisnis lainnya yang kemudian mangkrak.

Entah apa penyebab utamanya, yang pasti, kondisi Bank Pacific pada awal 1997 itu berada pada titik nadir. Sebagian berpendapat, bank tersebut laik disuntik mati. Namun, ada pula yang percaya bahwa bank itu bisa dan mampu diselamatkan.

Bagi yang berpikiran positif tersebut, terbesitlah dua nama penting di negeri ini. Yang pertama putri dari orang nomor satu di Indonesia, Presiden Soeharto, yaitu Siti Hediati Prabowo, akrab disapa Titi Prabowo—kini lebih populer dengan sebutan Titiek Soeharto.

Dan kedua, konglomerat papan atas Indonesia dalam beberapa dekade terakhir, Aburizal Bakrie. Kedua orang itu berniat menyelamatkan Bank Pacific dari kebangkrutan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top