Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers mengenai penanganan dampak Covid-19 di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Premium

Restrukturisasi Utang, Sri Mulyani Jerat Pengemplang

23 April 2020 | 19:05 WIB
Otoritas Jasa Keuangan memproyeksikan restrukturisasi kredit untuk sektor UMKM terkait pandemi Covid-19 mencapai Rp200 triliun.

Bisnis.com, JAKARTA – Debitur yang menyatakan diri bangkrut dan memacetkan kredit yang dimiliki baik di bank maupun perusahaan pembiayaan akan diperiksa kebenarannya oleh auditor hingga kejaksaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengultimatum para debitur yang sengaja mem­bang­krutkan usaha di tengah Covid-19. Menurutnya debitur akan diperiksa oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pemerintahan hingga aparat penegak hukum.

“Yang kita jaga jangan sampai orang sengaja memacetkan [kredit] dan membangkrutkan diri sendiri. Ini [debitur yang mengklaim bangkrut] kita lihat dengan Kejagung [Kejaksaan Agung], BPKP. Kita lihat sedetail mung­kin,” ujarnya usai rapat ter­batas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Rabu (22/4/2020).

Sri Mulyani menyebutkan pihaknya akan mewaspadai segala bentuk kejahatan keuangan yang mungkin timbul setelah pemerintah memberikan keringanan cicilan berupa insentif fiskal dan relaksasi kredit.

Beberapa kecurangan yang akan menjadi fokus tim adalah perusahaan penerima kredit dari bank atau dari pembiayaan sengaja mempai­lit­kan diri. Masalah lain yang menjadi perhatian adalah laporan kredit macet kredit yang diklaim terkait dengan pandemi virus corona.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top