Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan menghitung uang dollar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Senin (11/3/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Premium

Kebijakan Bank Indonesia, Antara Cetak Uang atau Inflasi

06 Mei 2020 | 18:20 WIB
Bank Indonesia mencatatkan telah mengucurkan kelonggaran keuangan sebesar Rp503,8 triliun. Menolak melakukan kebijakan cetak uang seperti usulan sejumlah pihak.

Bisnis.com, JAKARTA -  Langkah Bank Indonesia yang telah memberi stimulus moneter atau quantitative easing hingga Rp503,8 triliun dalam penanganan Covid-19 dinilai kaku seperti buku panduan ekonomi keuangan.

Sejumlah pihak meminta Bank Indonesia melakukan langkah yang lebih terbuka dalam mendukung ekonomi riil di samping menjaga stabilitas moneter. Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia misalnya, mendorong regulator keuangan untuk mengutamakan ketahanan ekonomi dengan menerbitkan QE hingga Rp1.600 triliun dalam 6 bulan ke depan.

Banjir likuiditas dari Bank Indonesia itu akan memungkinkan adanya dana sebesar Rp600 triliun untuk dukungan gaji guna menghindari PHK, Rp400 triliun untuk fasilitas kesehatan dan kebutuhan sosial, Rp300 triliun untuk pemulihan UMKM, serta Rp300 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional terutama pada sektor industri padat karya dan strategis.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani menyebutkan kebijakan pelonggaran moneter saat ini belum memberikan dampak bagi pelaku usaha nasional karena kredit usaha pun masih sulit.

“Harus ada mekanisme lain dari pemerintah agar pelonggaran moneter [oleh Bank Indonesia] memberikan dampak positif terhadap stagnasi ekonomi nasional yang terjadi di sektor riil [juga mengalir ke sektor riil],” kata Shinta, Rabu (6/5/2020).

Sementara itu, meski di luar  kelaziman, para politisi di DPR melalui Badan Anggaran (Banggar) mendorong Bank Indonesia (BI) mencetak uang sampai Rp600 triliun untuk menambah likuiditas perekonomian Indonesia.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top