Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menkeu Sri Mulyani (ketiga kanan) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) didampingi (kiri ke kanan) Dirut BTN Pahala N Mansury, Dirut BNI Herry Sidharta, Dirut BRI Sunarso dan Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Pemerintah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun pada Himpunan bBank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional terutama untuk UMKM. - Antara / Sigid Kurniawan
Premium

Membaca PMK 70/2020, Payung Hukum Hujan Kredit Rp90 Triliun dari Sri Mulyani

24 Juni 2020 | 16:59 WIB
Pemerintah pada tahap pertama menempatkan dana yang dialihkan dari Bank Indonesia sebesar Rp30 triliun sebagai bekal bank BUMN menjaga likuiditas. Dana ini ditargetkan menjadi kredit paling sedikit Rp90 triliun atau tiga kali lipat dalam 3 bulan.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menarik uang dari Bank Indonesia sebesar Rp30 triliun untuk dibagi kepada empat bank BUMN. Dana ini ditargetkan menjadi kredit minimal Rp90 triliun untuk disalurkan kepada usaha mikro kecil dan menengah, properti hingga korporasi. Kucuran kredit jumbo ini harus rampung dalam 3 bulan.

Sebagai payung pelaksanaan pemindahan uang pemerintah ke bank milik negara itu, Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (Permekeu) No. 70/PMK.05/2020. Aturan ini diklaim sejalan dengan UU No. 1/2004 tentang perbendaharaan negara, Peraturan Pemerintah No.39/2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah, serta UU No. 2/2020 sebagai payung hukum menangani dampak Covid-19.

"Menkeu sudah bersurat ke Bank Indonesia, untuk menggunakan [mengalihkan penempatan] uang pemerintah di BI untuk bank nasional," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers di Istana Negara, Rabu (24/6/2020).

Dia menyebutkan, nantinya uang pemerintah ini tetap bersifat komersil, namun relatif murah untuk perbankan. Uang yang ditempatkan ini nantinya mendapatkan bunga sama dengan penempatan di Bank Indonesia, yakni 80 persen dari suku bunga acuan. Saat ini suku bunga acuan rata-rata yang dikeluarkan BI adalah 3,5 persen untuk tabungan dan 5 persen untuk kredit.

Artinya, bank yang mendapatkan dana dari pemerintah ini, hanya akan menanggung bunga tabungan sebesar 80 persen dari 3,5 persen atau sekitar 2,7 persen.

"[Dengan murahnya kewajiban bank atas suku bunga] sehingga bank bisa mengakselerasi kredit," katanya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top