Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Mochtar Riady pendiri Grup Lippo - Ilustrasi / Bisnis Indonesia
Premium

Historia Bisnis: Resep Mochtar Riady untuk Bank Indonesia

01 September 2020 | 14:52 WIB
Krisis membutuhkan otoritas moneter dan fiskal yang kokoh. Bank Indonesia diminta tidak ragu dalam memutuskan arah moneter.

Bisnis.com, JAKARTA - Peran Bank Indonesia di tengah upaya penanganan krisis eknomi seringkali disorot sejumlah pihak. 

Sebagai lembaga yang bertugas mengelola moneter dengan independen, kebijakan BI tidak selalu sesuai dengan kebutuhan realitas fiskal yang dijalankan pemerintah. Akibatnya diskusi alot seringkali terjadi. 

Meski begitu, saat ini, pada era pandemi Covid-19 ini, BI telah berupaya meringankan beban fiskal pemerintah melalui mekanisme burden sharing. Skema yang sama juga dijalankan saat krisis ekonomi 1997-1998.

Kala itu, otoritas moneter mengucurkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kemudian BLBI tersebut dibayar oleh pemerintah, ada pembagian beban pada biaya bunga pada surat utang yang diterbitkan.

Adapun dalam skema burden sharing akibat pandemi Covid-19 didasarkan pada kelompok penggunaan pembiayaan untuk public goods/benefit dan non-public goods/benefit.

Pembiayaan public goods yang menyangkut hajat hidup orang banyak, terdiri dari pembiayaan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, serta sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan Pemda.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top