Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi Bank - Istimewa
Premium

6 Bulan Pandemi, Begini Dampaknya Pada Sektor Perbankan

05 September 2020 | 21:04 WIB
Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah bersama anggota komite stabilitas sistem keuangan lainnya telah menggelontorkan banyak insentif serta relaksasi sepanjang 6 bulan masa pandemi.

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona sudah berjalan 6 bulan di Indonesia dan meninggalkan ketidakpastian ekonomi yang cukup tinggi. Sepanjang masa pandemi, fungsi intermediasi pun terpaksa tumbuh loyo, sambil menunggu momentum perbaikan ekonomi nasional.

Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah bersama anggota komite stabilitas sistem keuangan lainnya telah menggelontorkan banyak insentif serta relaksasi sepanjang 6 bulan masa pandemi.

Pada April 2020, relaksasi dimulai dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengeluarkan aturan relaksasi restrukturisasi kredit. Pada masa awal pandemi ini, banyak kalangan yang berpendapat bahwa restrukturisasi kredit bisa mencapai 50% dari total kredit.

Memasuki Mei 2020, perjalanan pemulihan ekonomi menimbulkan banyak kontroversi. Saat itu, Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap sejumlah kekurangan OJK dalam pengawasan beberapa bank. Namun dalam periode yang sama, KSSK membahas skema bantuan likuiditas melalui bank jangkar bagi bank-bank yang kesulitan lantaran gencar melakukan restrukturisasi kredit saat masa pandemi virus corona.

OJK pun kembali keluarkan aturan relaksasi lanjutan, seperti penundaan implementasi Basel III reforms dan lain-lain. Sementara itu, giro wajib minimum (GWM) Bank Indonesia juga sudah diturunkan sebesar 200 basis point (bps) menjadi 3,5%.

Kemudian, pada Juni 2020, BI memberikan insentif baru berupa pemberian jasa giro sebesar 1,5%, dari sebelumnya tidak ada bunga, terhadap GWM yang ditempatkan perbankan di BI. Hal ini untuk memberikan peluang pendapatan bagi bank.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top