Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia digunakan untuk menyelamatkan bank yang sakit. -  Dimas Ardian / Bloomberg
Premium

Historia Bisnis: Heboh Pernyataan Presiden Soal Menteri Keuangan Gugat BI

08 September 2020 | 23:32 WIB
Keputusan Bank Indonesia yang tidak meluluskan direksi Bank Rakyat Indonesia (BBRI) awalnya akan dibawa ke jalur hukum.

Bisnis.com, JAKARTA - Wewenang regulator keuangan untuk meloloskan atau tidak meloloskan calon direksi dan pemilik lembaga keuangan melalui fit dan proper test menarik perhatian banyak pihak.

Pasalnya hasil tes yang keluar belakangan membuat kondisi yang sudah berjalan bersama direksi atau pemilik baru 'bubar' sepenuhnya. Ini yang terjadi ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak meloloskan mantan Wakil Direktur Utama Bank Negara Indonesia Anggoro Eko Cahyo, hasil RUPS Februari 2020.

BNI kemudian melalukan RUPS Luar Biasa ulang awal September 2020, dan pemegang saham mengubah sebagian besar tim dalam perusahaan. Demikian juga ketika OJK menolak Dirman Pardosi, Direktur Utama AJB Bumiputera pilihan BPA.

OJK juga meminta grup Bosowa keluar dari Bank Bukopin karena tidak lulus dalam kebijakan serupa.

Persoalan penolakan direksi ini, pada 20 tahun lalu bahkan sampai menarik perhatian presiden dalam kejadian serupa. Presiden kemudian memberi pernyataan terbuka sehingga memberikan persepsi berbeda.

Pernyataan presiden ini kemudian diluruskan dan menjadi berita Bisnis Indonesia edisi 8 September 2000 dengan judul 'Prijadi Tak Akan Gugat Bank Sentral'. Bank Indonesia pada periode ini masih menjalankan fungsi ganda yakni pengawas perbankan --yang sekarang dialihkan ke OJK-- sekaligus otoritas moneter.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top