Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan melintas didekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Akankah Drama Revisi UU Bank Indonesia Makin Panjang?

18 September 2020 | 20:30 WIB
Diskursus dan pembicaraan mengenai revisi UU BI saat ini masih terus bergulir dan bahkan kian memanas. Akankah, isu tersebut akan menjadi drama panjang baru bagi perekonomian nasional?

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indarwati tak bisa berkata banyak saat ditodong pertanyaan soal revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999, alias Undang-Undang BI. Dia berkata pemerintah sama sekali belum melakukan rapat untuk menyikapinya.

Alih-alih, Sri Mulyani menyarankan agar pertanyaan-pertanyaan tersebut dilayangkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebab, kata dia, wacana revisi merupakan ide lembaga legislatif.

“Beberapa hari terakhir banyak ditanyakan tentang revisi UU BI, yang merupakan inisiatif DPR. Pemerintah belum membahas RUU inisiatif DPR tersebut. Penjelasan Pak Presiden, dalam hal ini posisi pemerintah jelas, kebijakan moneter harus tetap kredibel efektif dan independen,” ucapnya dalam konferensi daring Jumat 4 September 2020 lalu.

Jawaban dari Sri Mulyani tersebut tentu saja tak serta merta memuaskan rasa keingintahuan publik. Terlebih, BI sebagai subjek pembahasan pun belum buka suara.

Namun demikian, pada waktu yang berbeda Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akhirnya buka suara terkait dengan polemik tersebut yang dikhawatirkan akan menggerus independensi BI.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top