Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan menata uang Rupiah di kantor Bank BNI Syariah di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Dana Simpanan di Perbankan Melesat. Emiten Bank Kecil Kebagian?

04 Oktober 2020 | 08:00 WIB
Kurangnya layanan digital hingga pangsa pasar yang kecil menyulitkan bank kecil untuk menghimpun dana selama pandemi terjadi.

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah tren kenaikan dana simpanan masyarakat di perbankan yang cukup signifikan selama beberapa bulan terakhir, bank-bank kecil semakin dihadapkan dengan kondisi penurunan dana pihak ketiga akibat pandemi Covid-19. Kurangnya layanan digital hingga pangsa pasar yang kecil menyulitkan bank kecil untuk menghimpun dana selama pandemi terjadi.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Agustus 2020 tercatat sebesar Rp6.228,1 triliun, naik 10,9% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan bulan sebelumnya sebesar 7,7% year on year (yoy). Peningkatan terjadi pada seluruh jenis dana simpanan. .

Sementara itu, berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juli 2020, penghimpunan dana di Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I tercatat senilai Rp31,06 triliun atau turun 45,29% dibandingkan periode sama tahun lalu. Penurunan DPK di BUKU I, yang memiliki modal inti kurang dari Rp1 triliun, telah terjadi sejak awal 2020.

Sementara itu, bank BUKU II masih mencatatkan pertumbuhan DPK, meskipun cenderung melambat. Per Juli, dana masyarakat yang dihimpun bank BUKU II tumbuh 3,28% secara year on year (yoy), lebih rendah dari posisi Juni 2020 yang mampu tumbuh 4,7% (yoy). Di lain pihak, bank skala menengah dan besar alias BUKU III dan IV mampu mencatatkan kenaikan dana masyarakat masing-masing 0,06% dan 16,78% per Juli 2020.

Salah satu emiten bank dari kelompok bank kecil yang mengalami kenaikan DPK yakni PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BBSI) dengan pertumbuhan 5,18% (yoy) per Agustus 2020. Dalam laporan keuangan kuartal II lalu, BBSI tercatat memiliki modal inti sebesar Rp508,53 miliar sehingga masih berada pada BUKU I. 

Direktur Bank Bisnis Arief Tjahjono mengatakan saat ini kredit perseoroan masih bertumbuh, meskipun dia tidak menyebutkan jumlah pastinya. Likuiditas yang berlebih tersebut juga ditempatkan dalam bentuk sertifikat bank Indonesia (SBI). "Spread antara pendapatan biaya operasi masih tetap terjaga sehingga Bank masih memperoleh laba," katanya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top