Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Gedung AJB Bumiputera di kawasan elit Sudirman Jakarta. - Bisnis / Himawan L. Nugraha
Premium

Nasib Asuransi Bumiputera & Perintah 'Kosong' OJK

06 Oktober 2020 | 12:20 WIB
BPA AJB Bumiputera disebut memilih 'mengabaikan' perintah tertulis. Bagaimana reaksi Otoritas Jasa Keuangan dan kejelasan klaim nasabah AJB Bumiputera?

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera memilih mengabaikan perintah tertulis No. S-13/D.05/2020 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 16 April 2020 lalu.

Perintah tertulis dari OJK ini sendiri memberi tenggat hingga 30 September 2020 bagi organ Rapat Umum Anggota (RUA) untuk melakukan sidang luar biasa menentukan nasib perusahaan. Sidang ini menentukan apakah nasabah yang juga pemilik perusahaan dalam bentuk usaha bersama memilih melanjutkan atau melikuidasi Asuransi Bumiputera. 

Namun sebelum tahap ini dilakukan, Asuransi Bumiputera terlebih dahulu membentuk organ RUA sebagai pemegang keputusan tertinggi dan representasi pemegang polis. 

RUA merupakan bentuk baru Badan Perwakilan Anggota (BPA). Nama baru ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah No. 87/2019 yang membubarkan BPA dan membentuk RUA. Permasalahannya, RUA  tidak juga dibentuk oleh manajemen AJB Bumiputera. 

Sekretaris Perusahaan Bumiputera Hery Dermawansyah menyebutkan pembentukan RUA berada di bawah wewenang dewan komisaris. 

"Tupoksinya tidak Sekper," kata Hery kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top