Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). - Bisnis/Abdurachman
Premium

Geliat Pasar Modal Menyambut Merger 3 Bank Syariah Pelat Merah

13 Oktober 2020 | 18:18 WIB
Tiga bank BUMN syariah diputuskan merger oleh pemerintah. Bagaimana dampak aksi ini terhadap prospek saham BRIS dan emiten perbankan syariah lainnya?

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank BRIsyariah Tbk., BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri resmi memasuki episode baru dalam sejarah perjalanan mereka di sektor perbankan. Pemerintah lewat Kementerian BUMN memutuskan bahwa ketiga bank syariah pelat merah tersebut akan dimerger, diawali dengan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) pada Senin (12/10/2020).

“Langkah ini merupakan tonggak sejarah untuk kita semua. Tonggak pertama persiapan dan tinjauan-tinjauan untuk merealisasikan rencana penggabungan bank-bank syariah nasional,” kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam pernyataan resmi, Selasa (13/10).

Penggabungan ketiga bank pelat merah juga bikin pasar modal bergeliat. BRI Syariah, bank yang akan menjadi survivor entity alias entitas yang menerima penggabungan, melaju kencang di lantai bursa.

Saham emiten berkode BRIS ini sempat menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan Selasa (13/10). Data perdagangan BEI mencatat saham BRIS ditransaksikan hingga Rp981 miliar, dengan volume perdagangan 908,01 juta saham.

Hingga penutupan sesi perdagangan hari ini, BRIS diperdagangkan dengan harga Rp1.125. Posisi ini meningkat 225 poin alias 25 persen ketimbang catatan sehari sebelumnya.

BRIS juga memimpin penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang reli tujuh sesi, bersama dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top