Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Premium

Ini Skenario Kepemilikan Saham di Bank Syariah BUMN Hasil Merger

14 Oktober 2020 | 08:52 WIB
Rencana merger bank syariah BUMN telah memasuki babak baru. Pada Senin (12/10/2020), dilakukan Conditional Merger Agreement (CMA). Bagaimana dengan porsi kepemilikan saham nanti?

Bisnis.com, JAKARTA - Skenario merger bank syariah BUMN akan dilakukan melalui penyertaan modal langsung ke PT Bank BRI Syariah Tbk. dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Ekuitas dari PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah akan dihitung sebagai penyertaan.

Dalam skema rights issue tersebut, perhitungan akhir PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai induk BSM, akan mendapatkan porsi saham sekitar 50,7 persen. Adapun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. masing-masing mendapat porsi sekitar 24 persen.

“Jadi, nanti ekuitas dari BSM dan BNI Syariah dihitung penyertaan langsung. Saham publik terdilusi, bisa jadi 1 persen atau kurang dari itu. Ini masih dihitung-hitung pastinya,” ujar sumber Bisnis, Selasa (13/10).

Seperti diketahui saham publik BRI Syariah yang akan dijadikan entitas cangkang (surviving entity) dalam aksi korporasi itu mencapai 18,34 persen atau 2.623.350.600 lembar dengan kapitalisasi pasar Rp10,93 triliun.

Adapun ekuitas bank berkode saham BRIS itu per Juni 2020 mencapai Rp5,2 triliun. Sementara itu, ekuitas BSM dan BNI Syariah masing-masing Rp10 triliun dan Rp5,23 triliun. Secara total ekuitas ketiga bank itu mencapai Rp20,4 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top