Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Premium

Menghitung Porsi Saham Publik BRIS Pasca Merger Bank Syariah BUMN

17 Oktober 2020 | 08:00 WIB
Saat ini, jumlah saham publik di BRISyariah sebesar 18,47 persen. Jika merger dilaksanakan, akan menjadi berapa porsi saham publik nanti?

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana penggabungan tiga bank syariah BUMN telah dimulai dengan penandatanganan conditional merger agreement (CMA) pada awal minggu ini.

Skenario merger bank syariah BUMN tersebut akan dilakukan melalui penyertaan modal langsung ke PT Bank BRISyariah Tbk. dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Ekuitas dari PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah akan dihitung sebagai penyertaan.

Saat ini, jumlah saham publik di BRISyariah sebesar 18,47 persen. Jika merger dilaksanakan, akan menjadi berapa porsi saham publik nanti? Berikut perhitungan Bisnis yang berdasarkan ekuitas masing-masing bank syariah.

Per Juni 2020, BRISyariah memiliki ekuitas senilai Rp5,2 triliun, sedangkan BNI Syariah Rp5,23 triliun, dan BSM senilai Rp10 triliun. Dengan demikian, jika digabungkan total ekuitas ketiga bank itu mencapai Rp20,4 triliun.

Dengan saham publik sekarang yang sebesar 18,47 persen di BRIS, maka didapatkan nilai Rp960,44 miliar. Nilai ini, jika dibagi dengan total ekuitas ketiga bank senilai Rp20,4 triliun dan dikali 100 persen akan menghasilkan angka 4,70 persen. Angka ini lah yang menjadi perkiraan porsi saham publik setelah ketiga bank merger.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top