Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi Bank - Istimewa
Premium

Menanti Perbankan Bangkit Lagi Setelah Berjerih Payah Hadapi Pandemi

20 Oktober 2020 | 07:00 WIB
Industri perbankan nasional dinilai mampu bertahan di masa pandemi. Pertanyaan selanjutnya adalah kapan bank-bank bisa bangkit lagi?

Bisnis.com, JAKARTA -- Likuiditas yang berlimpah boleh jadi menguntungkan perbankan. Namun, di tengah pandemi Covid-19, alih-alih menumbuhkan kredit, industri perbankan justru dihadapkan dengan makin tingginya restrukturisasi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per 28 September 2020, restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp904,3 triliun. Jumlah ini meningkat Rp25,73 triliun dibandingkan dengan posisi restrukturisasi 7 September 2020.

Di satu sisi, pertumbuhan kredit perbankan pada September 2020 adalah sebesar 0,12 persen YoY atau tumbuh Rp9 triliun saja dibandingkan dengan posisi bulan lalu. Artinya, dalam sebulan, kenaikan restrukturisasi melebihi kenaikan baki debet perbankan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan jumlah restrukturiasi kredit sudah mulai melandai. Adanya restrukturisasi pun membuat industri perbankan mampu bertahan di tengah pandemi. Hanya saja, persoalannya adalah mengenai kemampuan untuk bangkit lagi.

Menurutnya, likuiditas yang berlimpah bagi industri perbankan pun menjadi modal untuk bisa bangkit lagi ketika pandemi Covid-19 telah berakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan memperlihatkan Rasio Aset Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) industri perbankan per September 2020 adalah sebesar 145,2 persen atau naik dari posisi Agustus 2020 yang sebesar 136,71 persen.

Risiko kredit juga terpantau menurun dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) per September 2020 sebesar 3,15 persen (gross) dan 1,07 persen (nett).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top