Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi bunga kredit - Istimewa
Premium

1 Tahun Jokowi-Ma'aruf: Asa Bunga Kredit Murah

20 Oktober 2020 | 23:30 WIB
Suku bunga kredit yang rendah merupakan salah satu harapan dari pemerintahan Jokowi-Ma'aruf.

Bisnis.com, JAKARTA -- Suku bunga kredit perbankan saat ini dalam tren penurunan. Namun, kondisi ini tetap saja tidak akan mampu mendorong pertumbuhan penyaluran pinjaman tahun ini.

Suku bunga kredit yang rendah merupakan salah satu harapan dari pemerintahan Jokowi-Ma'aruf. Sekitar satu tahun lalu, Presiden Joko Widodo meminta bank menurunkan suku bunga kredit di saat suku bunga acuan dari Bank Indonesia sudah turun. Pernyataan itu disampaikan saat acara pembukaan Indonesia Banking Expo 2019 November tahun lalu.

"Saya mengajak untuk memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit. Negara lain sudah turun, turun, turun, kita BI-rate [BI 7 DRR] sudah turun, banknya belum," katanya saat itu.

Sepanjang 2020, Bank Indonesia telah empat kali menurunkan suku bunga acuan (BI7DRR) yang masing-masing sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4 persen. Data BI menunjukkan, penurunan BI7DRR dan kebijakan pelonggaran likuiditas telah mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit.

Pada Agustus 2020, suku bunga deposito dan kredit masing-masing sebesar dari 5,49 persen dan 9,92 persen. Besarannya kemudian menurun pada September 2020 menjadi 5,18 persen untuk deposito dan 9,88 persen untuk kredit.

Pada implementasinya, penurunan suku bunga ini belum mampu mendorong pertumbuhan kredit yang cenderung terus menurun. Pertumbuhan kredit perbankan pada 2019 adalah sebesar 6,08 persen yoy, realisasi ini lebih rendah dari 2018 yang sebesar 11,78 persen yoy.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top