Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Chairman CT Corp Chairul Tanjung menunjukkan maket Super Blok TransPark Juanda Bekasi, usai pemancangan tiang pertama, di Bekasi , Jawa Barat, Jumat (3/11). - ANTARA/Audy Alwi
Premium

Agresifnya Chairul Tanjung di Bisnis Perbankan

19 November 2020 | 09:53 WIB
Di tengah pandemi Covid-19 yang menekan hampir semua industri di Indonesia, termasuk perbankan, Chairul Tanjung menjadi salah satu konglomerat Tanah Air yang masih agresif dalam menambah kepemilikan entitas perbankan. Apa penyebabnya?

Bisnis.com, JAKARTA – Konglomerat Chairul Tanjung (CT) nampaknya cukup percaya diri untuk terus melebarkan sayap bisnisnya di sektor perbankan.

Buktinya, baru-baru ini PT Mega Corpora, salah satu entitas usaha milik Chairul Tanjung tengah menyelesaikan akuisisi Bank Harda International Tbk (Tbk).

Belum selesai di situ, CT melalui PT Mega Corpora juga dikabarkan tengah bersiap untuk membeli saham perbankan daerah PT Bank Bengkulu. Anggota subholding CT Corp itu akan menyuntikan modal pada Bank Bengkulu sebagai bentuk dukungan bagi bank tersebut untuk memenuhi ketentuan batas minimum modal inti Rp1 triliun tahun ini.

Langkah penyuntikan dana oleh PT Mega Corpora itu dilakukan untuk menyelamatkan Bank Bengkulu agar dapat tetap menyandang status sebagai bank BUKU II.

Jika aksi korporasi di PT Bank Bengkulu terealisasi, maka CT akan memiliki bisnis di tiga bank pembangunan daerah (BPD).

Pasalnya, sebelumnya, CT telah memiliki saham di PT Bank Sulutgo dan PT Bank Sulteng. Adapun porsi kepemilikan sahamnya pada dua bank itu masing-masing sebesar 24,90 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top