Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Premium

Meriahnya Duel Dompet Digital di Indonesia dan Karpet Merah Investor Asing

12 Januari 2021 | 19:55 WIB
Bank Indonesia (BI) baru saja merilis aturan terbaru tentang sistem pembayaran, termasuk sistem pembayaran digital. Bagaimana peta persaingan platform pembayaran digital di Indonesia saat ini?

Bisnis.com, JAKARTA – Munculnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/23/PBI/2020 menjadi momentum yang akan mengubah wajah sistem pembayaran digital di Indonesia. Regulasi yang diundangkan BI pada pengujung 2020 dan akan berlaku per 1 Juli 2021 tersebut memberikan ruang bagi investor asing untuk memiliki maksimal 85 persen saham perusahaan pembayaran digital dalam negeri.

Dalam regulasi yang sama, BI juga melonggarkan ketentuan penyertaan modal perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (LPK-SPPUR) Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin tidak menampik adanya aturan tersebut akan menjadi magnet kedatangan investor asing.

Namun, di sisi lain, dia menilai regulasi ini juga menguntungkan industri keuangan dalam negeri.

“Jika melihat dari aturan kepemilikan saham dalam aturan baru ini, terlihat asing lebih dimudahkan. Namun, tetap ada benefit yang didapat untuk pengembangan bisnis transaksi nasional,” ujar Amin, Senin (11/1/2021).

Salah satu benefit yang dimaksud Amin adalah peluang alih teknologi yang lebih cepat. Selain itu, adanya karpet merah untuk investor asing juga bisa jadi ajang bagi investor dalam negeri untuk belajar.

“Terlebih, sistem pembayaran di luar negeri terbukti lebih baik dan lebih kontributif terhadap pertumbuhan ekonomi,” sambungnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top