Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Premium

Pasang Surut Investasi BPJS Ketenagakerjaan di Jasa Marga (JSMR) dan Bank Mandiri (BMRI)

25 Januari 2021 | 14:32 WIB
Investasi dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan sedang menjadi sorotan karena ada dugaan kasus korupsi. Saham apa saja yang dimiliki badan ini?

Bisnis.com, JAKARTA – Nasib dugaan korupsi yang tengah membayangi BPJS Ketenagakerjaan agaknya bakal ditentukan dalam waktu dekat. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah merampungkan audit laporan serta transaksi lembaga asuransi pelat merah tersebut pada akhir pekan lalu.

Sampai naskah ini tayang, BPK belum menjabarkan temuan mereka. Namun, berdasarkan perincian dokumen yang telah diperiksa, besar kemungkinan dugaan yang tengah didalami terkait transaksi perusahaan pada rentang 2017-2019. Khususnya, menyoal potensi kerugian negara dalam pengelolaan dana yang dikelola.

Direktur Utama BPJS Agus Susanto sebelumnya menggaransi bahwa penempatan dan pengelolaan dana investasi lembaganya telah dilakukan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, PP Nomor 55 Tahun 2015 tentang Perubahan atas PP 99/2013 Tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.05/2016 tentang Investasi Surat Berharga Negara Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank.

Sekitar 74 persen investasi ditempatkan di instrumen fixed income dan 25 persen ada di pasar modal. Dari 25 persen yang disebut terakhir, 17 persen di antaranya diinvestasikan dalam bentuk saham.

Adapun dua emiten yang paling getol jadi ladang investasi BPJS Ketenagakerjaan adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Dua perusahaan pelat merah ini tergolong sebagai emiten yang punya kecenderungan harga saham meningkat dalam jangka panjang. Meskipun, jika dicermati, dari tahun ke tahun fluktuasi juga acap terjadi.

Pada 2017 misalnya, baik BMRI maupun JSMR menorehkan rapor hijau. Sepanjang tahun, saham BMRI menguat 35,19 persen dari Rp5.788 menuju Rp7.825, sedangkan JSMR naik sampai 48,14 persen dari level Rp4.320 menuju Rp6.400.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top