Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko & Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Muhammad Zuhri, menyampaikan keterangan selepas pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, (22/2/2021)./ Foto: BPMI Setpres - Lukas
Premium

Janji Dirut Anggoro dan Defisit Rp13 T JHT BPJS Ketenagakerjaan

23 Februari 2021 | 12:53 WIB
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tercatat mengalami defisit dalam program JHT dimana solvabilitasnya susut menjadi 95,92 persen dari seharusnya minimal 120 persen.

Bisnis.com, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada periode 2016-2021 tercatat tidak banyak berinvestasi langsung.

Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis per Desember 2020, penempatan investasi yang dilakukan oleh pengelola dana publik itu terdiri dari surat utang (64 persen), saham (17 persen), reksa dana termasuk berbasis saham (8 persen). Sedangkan investasi langsung sekitar 1 persen. 

Rasio ini mengacu kepada dana pekerja yang dikelola badan ini sebesar Rp486,38 triliun. 

Penempatan investasi langsung oleh BPJS Ketenagakerjaan sendiri terpantau didominasi untuk properti seperti Menara Jamsostek hingga Social Security Tower di bilangan segitiga emas Jakarta yang juga dipakai sendiri. 

Rasio investasi langsung ini tidak banyak  berubah saat badan ini dipimpin oleh Elvin Masassya. Elvin adalah bankir yang membawa badan ini melewati transisi pertama (2014-2015) dari sebelumnya bernama PT Jamsostek. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top