Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan melayani nasabah di Kantor Pusat Bank Muamalat, Jakarta, Senin (7/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Menunggu Saham Bank Muamalat Ditebar ke Publik (IPO)

15 Maret 2021 | 15:49 WIB
Pengurus dana haji (BPKH) menyiapkan Rp1 triliun untuk menguasai sebagian saham Bank Muamalat.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. bersiap menuntaskan aksi korporasi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satu investor yang sangat serius adalah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Lembaga negara yang dibentuk untuk mengelola uang jamaah dalam daftar tunggu haji itu bahkan sudah menetapkan dalam rencana kerja 2021 menyuntikkan modal sebesar Rp3 triliun. 

Perinciannya Rp1 triliun dalam bentuk saham sehingga memperkuat modal tier 1 Bank Muamalat. Sedangkan Rp2 triliun lainnya diserahkan dalam bentuk surat utang subordinasi yang akan menambah modal tier 2. 

Laporan keuangan Bank Muamalat menunjukkan per September 2020 modal tier 1 sebesar Rp3,42 triliun. Artinya dengan suntikan Rp1 triliun dan pemegang saham lain tidak mengambil haknya, maka kepemilikan BPKH di Muamalat akan setara 22,62 persen. Porsi ini tentu menjadi lebih kecil jika pemegang saham Bank Muamalat lainnya juga melakukan injeksi modal selain BPKH. 

Pemegang saham Bank Muamalat hingga September 2020 terdiri dari Islamic Development Bank (IDB) dengan kepemilikan 32,74 persen, Bank Boubyan (22 persen), Atwill Holdings Limited (17,91 persen), National Bank of Kuwait (8,45 persen), IDF Investment Foundation (3,48 persen), BMF Holdings Limited (2,84 persen), Reza Rhenaldi Syaiful (1,67 persen), Dewi Monita (1,67 persen), Andre Mirza Hartawan (1,66 persen), dan Koperasi Perkayuan Apkindo-MPI (1,39 persen), serta pemegang saham lainnya (6,19 persen). 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top