Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Menunggu Gairah Kredit Perbankan usai Disuntik Stimulus

19 Maret 2021 | 20:39 WIB
Jika menilik ke belakang, angka minus penyaluran kredit dimulai pada Oktober 2020 dengan kontraksi sebesar -0,47 persen yoy dan belum kembali positif hingga Februari 2021.

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit pada Februari 2021 masih terkontraksi sebesar 2,15 persen secara yoy, turun lebih dalam dibandingkan dengan Januari yang minus 1,92 persen.

Namun, pencapaian itu masih lebih baik dibandingkan dengan angka pertumbuhan Desember 2020 yang tercatat minus 2,7 persen. Jika menilik ke belakang, angka minus penyaluran kredit dimulai pada Oktober 2020 dengan kontraksi -0,47 persen yoy.

Koreksi penyaluran kredit perbankan ini terus terasa pada November 2020 ke angka -1,39 persen yoy dan akhir tahun kontraksi semakin dalam.

Lalu, kapan penyaluran kredit perbankan bisa kembali positif setelah dua bulan pertama 2021 terkontraksi?

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan pemerintah, BI, dan OJK telah memberikan stimulus dari berbagai arah dan beragam bentuk. Hal tersebut untuk mendorong penyaluran kredit perbankan yang akhirnya akan menciptakan permintaan.Stimulus yang diberikan pemerintah berupa penempatan dana triliunan di perbankan, selanjutnya diikuti dengan mengurangi atau membebaskan pajak. Adapun, BI memberlakukan relaksasi uang muka untuk KPR dan KKB, serta OJK melonggarkan aturan ATMR.

"Jadi, supply and demand kredit semua diberikan insentif. Hasilnya memang belum terlihat maksimal pada Februari," katanya, Jumat (19/3/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top