Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas di bawah tulisan Bank Indonesia. -  Dimas Ardian / Bloomberg
Premium

Historia Bisnis: Warning Praktik Plafondering di Perbankan

13 April 2021 | 15:45 WIB
Plafondering kembali mengemuka sebagai upaya menyelamatkan kredit bermasalah sekaligus menunjukkan kinerja ekspansi kredit oleh bank.

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah sejumlah bank melakukan praktik plafondering dalam penyelesaian kredit bermasalah membawa kekhawatiran serius. Praktik ekspansi kredit 'fiktif' itu pada akhirnya dapat mempengaruhi perekonomian nasional. 

Plafondering adalah praktik penyelesaian kredit bermasalah dengan menggabungkan bunga dan denda ke dalam kredit baru. Dengan pembukuan baru ini, maka buku bank terlihat seolah-olah bersih dari kredit macet dan terjadi ekspansi kredit baru lebih besar. 

Kekhawatiran meluasnya praktik plafondering menjadi sajian Bisnis Indonesia edisi 13 April 1992. Laporan utama itu terbit dengan tajuk 'Plafondering Bisa Pengaruhi Ekonomi Negara'. 

Saat itu, dua mantan pejabat Bank Indonesia, Rijanto dan Marjanto Danoesaputro, yang ditemui Bisnis secara terpisah di Jakarta, seperti dilansir dalam edisi 29 tahun lalu. 

Para mantan pejabat bank sentral itu menyebutkan gejala plafondering yang melanda dunia perbankan nasional belakangan ini cukup serius. Kondisi mengakali kredit bermasalah ini dapat mengancam perekonomian Indonesia jika tidak ditangani oleh otoritas moneter. 

"Dalam kaitan pembinaan dan pengawasan perbankan, BI berwenang untuk melarang perbankan yang pada portofolio pinjamannya mengandung unsur plafondering," tegas Rijanto. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top