Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kantor Bank Harda Internasional. - bankbhi.co.id
Premium

Bank Harda (BBHI) Galang Modal, Chairul Tanjung Menimang WeBank?

19 April 2021 | 12:19 WIB
Awal bulan depan, pemegang saham Bank Harda akan mengetok palu persetujuan penambahan modal. Aksi korporasi melalui penerbitan saham baru ini bakal berpengaruh pada struktur pemegang saham. Apakah CT Corp akan menggandeng mitra baru?

Bisnis.com, JAKARTA — Pada 31 Maret 2021, manajemen PT Bank Harda Internasional Tbk. mengumumkan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) mengenai persetujuan penambahan modal pada 7 Mei 2021.

Penyuntikan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue bank berkode saham BBHI itu akan menerbitkan sebanyaknya 7,5 miliar lembar saham. Nilai nominal saham baru Rp100 per lembar. Harga pelaksana tentu akan ditetapkan kemudian.

Penyuntikan modal ini adalah kewajiban bagi CT Corp, milik Chairul Tanjung, selaku juragan baru Bank Harda. Pasalnya, bank bekas kendali PT Hakim Putra Perkasa itu masih menyisakan pekerjaan rumah: pemenuhan modal minimal Rp1 triliun.

Sebenarnya tenggat pemenuhan modal minimal Rp1 triliun itu telah terlampaui. Harusnya Bank Harda memenuhi ketentuan itu pada tahun lalu. Hingga tutup tahun 2020, modal minimal yang dimiliki BBHI sebesar Rp418,44 miliar.

Sebagai pemegang saham baru, CT Corp mendapatkan diskresi dari otoritas untuk memenuhi modal minimal Rp1 triliun sampai tahun ini. Namun, Bank Harda juga harus taat pada kewajiban modal minimal Rp2 triliun pada akhir tahun ini, dan Rp3 triliun tahun depan.

BBHI sebenarnya tidak sendiri. Per September 2020, ada 3 bank yang belum memenuhi modal minimal Rp1 triliun. Dua lainnya adalah PT Bank Bisnis International dengan modal Rp702,25 miliar dan PT Prima Master Bank Rp3365,79 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top