Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Historia Bisnis : Asuransi Tidak Bisa Main-main Lagi!

10 Mei 2021 | 23:34 WIB
Nasabah menuntut kepastian pemenuhan polis dari perusahaan asuransi dan bukan sekadar janji.

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pengusaha yang bergerak di bidang perasuransian akan terikat dalam peraturan yang lebih ketat dengan sanksi keras dalam undang-undang baru. 

Sanksi lebih keras bagi perusahaan asuransi ini berupa denda dan pidana maksimal 15 tahun bagi yang menggelapkan premi asuransi. 

Aturan baru yang diharapkan mengubah lanskap industri asuransi dan memulihkan kepercayaan konsumen ini menjadi laporan Bisnis Indonesia edisi 10 Mei 1993. Laporan itu bertajuk 'Asuransi  Tidak Bisa Main-main Lagi'. 

"Undang-undang No.2/1992 mengatur pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp2,5 miliar bagi yang menggelapkan premi asuransi," kata Presdir Nabasa Life, James Sugianto, seperti yang dilansir koran ini, 28 tahun lalu. 

Menurut dia, UU tersebut bukan hanya mengatur soal penggelapan harta milik perusahaan asuransi tetapi juga mengatur soal ancaman pidana terhadap orang yang menerima, menadah, membeli, menggunakan atau menjual kembali kekayaan perusahaan asuransi. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top