Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Premium

Yield BPJS Ketenagakerjaan & Liabilitas Kepada Peserta

31 Mei 2021 | 23:59 WIB
BPJS Ketenagakerjaan membagikan imbal hasil kepada peserta sebesar 5,59 persen untuk kinerja 2020. Di atas bunga deposito namun terendah dalam 5 tahun terakhir. Disebutkan karena terdampak pandemi yang membuat IHSG dan kinerja reksa dana anjlok.

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengumumkan peserta yang tergabung dalam program asuransi wajib bagi tenaga kerja ini memperoleh imbal hasil atas iurannya sebesar 5,59 persen. Yield ini merupakan hasil kinerja 2020.  

Dengan membandingkan dengan data BPJS Watch, capaian ini merupakan yang terendah dalam 5 tahun terakhir. Pasalnya, pada 2016, imbal hasil iuran bagi peserta yang diberikan sebesar 7,19 persen. Pada tahun berikutnya, peserta mendapatkan pengembangan investasinya sebesar 7,82 persen.

Sedangkan pada pada 2018 menjadi 6,26 persen, dan kembali turun pada 2019 menjadi 6,06 persen.

Meski demikian, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha menyebutkan pengembangan imbal hasil yang diberikan oleh badan penyelenggara layanan publik itu lebih besar dari bunga deposito. Menurutnya, sepanjang 2020 lalu rata-rata bunga deposito bank pemerintah hanya 3,68 persen. 

Disebut-sebut, lebih rendahnya imbal hasil dikarenakan kinerja IHSG yang di bawah ekspektasi. Di tengah terjangan pandemi Covid-19, IHSG turun dari 6.299,53 pada penutupan 2019 menjadi 5.979,07 pada akhir 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top