Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Premium

Saat Startup dan Fintech Makin Kepincut Bisnis Syariah

07 Juni 2021 | 18:31 WIB
Besarnya potensi penetrasi financial technology (fintech) syariah di Indonesia tampak belum maksimal. Siapa saja yang sudah bermain di segmen ini?

Bisnis.com, JAKARTA — Masih terbuka lebarnya potensi penetrasi segmen keuangan syariah di Indonesia seperti enggan disia-siakan LinkAja. Layanan dompet digital besutan PT Fintek Karya Nusantara tersebut mengklaim telah berhasil menggaet lebih dari 2,5 juta pengguna dalam waktu setahun.

LinkAja merilis produk dompet digital syariahnya pada 2020. Per Maret 2021, aplikasi tersebut mengaku sudah memiliki lebih dari 2,5 juta pengguna.

“[Minat layanan syariah pengguna] terutama terkait donasi, zakat dan sedekah, dan juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mulai dari pembayaran tagihan, transportasi umum maupun ride-hailing, pembayaran belanja online, minimarket, dan pasar,” tutur Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjadja dalam pernyataan resmi, belum lama ini.

Selain layanan utama berupa dompet digital, LinkAja Syariah memang menawarkan berbagai program untuk menyasar masyarakat Muslim Indonesia. Salah satu yang sempat mendapat respons positif adalah kerja sama dengan aplikasi transportasi daring Grab dan Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menghadirkan akses donasi zakat pada Ramadan 2021.

Ketika itu, manajemen LinkAja menyatakan pertumbuhan ekosistem pembayaran syariah digital telah menjadi fokus perusahaan. Platform tersebut menyampaikan ingin menjadi solusi bagi pembayaran digital masyarakat Indonesia, sembari mendukung pemulihan ekonomi.

Di segmen dompet digital, LinkAja memang jadi penyedia platform transaksi syariah pertama. Namun, dalam konteks perusahaan startup secara luas, mereka bukan yang pertama dan bukan satu-satunya pula yang membaca potensi segmen syariah di Indonesia.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top