Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia digunakan untuk menyelamatkan bank yang sakit. -  Dimas Ardian / Bloomberg
Premium

Historia Bisnis: Surat Utang Negara Tebus BLBI Rp147,7 triliun

10 Juni 2021 | 19:27 WIB
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia dikucurkan untuk menyelamatkan sistem keuangan dari keruntuhan. Ongkos yang dibayarkan oleh Bank Indonesia itu kemudian ditebus pemerintah melalui penerbitan surat utang.

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak ikutan setelah Bank Indonesia menyalurkan dana bantuan likuiditas (BLBI) senilai Rp147,7 triliun kepada 48 bank pada 1998 berdasarkan perjanjian dengan IMF masih belum selesai setelah 23 tahun. Terbaru, Presiden Joko Widodo membentuk tim memburu utang (BLBI) termasuk wewenang memburu aset melalui jalur perdata. 

Pentingnya penyelesaian kasus BLBI bukan saja soal pemulihan harta negara yang dikemplang. Akan tetapi mengenai integritas Indonesia dalam penyelesaian masalah keuangan ini. 

Bisnis Indonesia edisi 10 Juni 2003 merekam pernyataan pemerintah tentang urgensi penyelesaian kasus ini dalam tajuk 'BLBI Beratkan Peringkat Utang Indonesia'. 

Dalam edisi tanggal yang sama dengan hari ini 18 tahun lalu itu, Menteri Keuangan Boediono menyebutkan peringkat utang Indonesia tidak akan membaik selama masalah BLBI tak terselesaikan antara pemerintah, Bank Indonesia dan DPR.

Boediono yang kemudian hari menjadi Wakil Presiden itu mengatakan salah satu penyebab rendahnya credit rating Indonesia yaitu belum tuntasnya persoalan BLBI.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top