Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia digunakan untuk menyelamatkan bank yang sakit. -  Dimas Ardian / Bloomberg
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Ganti Strategi Pelepasan Aset Properti BLBI

Pemerintah menyebutkan sebanyak 48 obligor lagi masih harus mengembalikan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang mereka selewengkan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
29 November 2021 | 22:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Satgas Penanganan Hak Tagih Negara dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dibentuk Presiden Joko Widodo terus bergerak cepat dalam penyelesaian pemulihan kekayaan negara itu. Penyitaan yang diikuti dengan lelang ataupun hibah menjadi gencar dilakukan setelah aset jaminan kembali dikuasi.

Targetnya, utang 48 orang taipan yang menerima bantuan BLBI sebesar Rp111 triliun dapat terselesaikan semaksimal mungkin. 

Terbaru, Kementerian Keuangan menghibahkan aset eks BLBI kepada pemerintah Kota Bogor. Langkah yang ditempuh agar pengembalian kekayaan negara baik berupa tanah dan properti dapat lebih terurus. 

Langkah mengubah strategi optimalisasi pemulihan kerugian negara tidak terjadi saat ini saja. Dalam laporan Bisnis Indonesia, 29 November 2003, dengan tajuk 'BPPN ubah pola pelepasan properti' mencatat skema berbeda ditempuh pemerintah agar aset negara dapat pulih seoptimal mungkin. 

Disebutkan dalam edisi 18 tahun lalu itu, BPPN menawarkan jual putus terhadap aset properti yang ditawarkan dalam Program Kerjasama Pengembangan Aset Properti (PKPAP).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top