Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas Bank Indonesia (BI) Tegal mempraktekkan cara melakukan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik "server based", dompet elektronik dan mobile banking saat peluncuran dan implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk desa wisata di Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/2/2019). ANTARA FOTO - Oky Lukmansyah
Lihat Foto
Premium

Kala Perbankan BMRI, BBNI, dkk vs Fintech Kredivo, Akulaku, dkk, Berebut Bisnis Paylater

Persaingan untuk mendapatkan pangsa pasar menjanjikan bisnis paylater tak hanya dikuasai oleh fintech saja, melainkan juga oleh perbankan konvensional.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
28 Januari 2022 | 07:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis penyedia jasa bayar tunda alias buy now pay later (BNPL/paylater) semakin digandrungi dan menjadi salah satu langkah strategis sebagai sumber pendapatan baru bagi sejumlah perusahaan. 

Berasarkan laporan DSResearch Fintech 2021, paylater menempati posisi ketiga sebagai layanan terfavorit setelah e-money dan aplikasi investasi pada 2019. Menariknya, setahun kemudian, pada 2020 paylater naik satu tingkat ke peringkat kedua tepat di bawah uang elektronik.

Beberapa faktor yang mendorong hal tersebut adalah lantaran kesenjangan pinjaman di Indonesia masih signifikan sedangkan penetrasi kartu kredit masih rendah yakni 5 persen.

Berdasarkan data Bank Indonesia per Februari 2020, terdapat 17,61 juta kartu kredit yang beredar. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk dan kartu kredit cenderung sulit diperoleh karena persyaratannya.

Faktor selanjutnya adalah tren pertumbuhan konsumen e-commerce Indonesia dari tahun ke tahun yang terus meningkat. McKinsey dalam laporannya menyebut industri e-commerce di Indonesia diproyeksikan menjadi senilai US$40 miliar pada 2022.

Hampir semua platform e-commerce di Indonesia mengadopsi metode checkout BNPL dengan bermitra dengan berbagai penyedia fintech. Kredivo yang berkantor pusat di Jakarta menjadi salah satu pionir di segmen fintech BNPL sejak 2016, sementara pemain BNPL besar lainnya di tanah air termasuk Akulaku, Home Credit, Traveloka PayLater, dan Shopee PayLater.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top