Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) Chairul Tanjung memberikan keterangan pers usai rights issue Allo Bank di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Lihat Foto
Premium

Lika-liku Perjalanan BBHI, Sebelum Masuk CT Corp dan Industri Bank Digital

Sebelum menasbihkan diri sebagai bank digital lalu mencuri perhatian lewat rights issue pada awal tahun ini, Allo Bank (BBHI) sempat terjerat kasus yang kontroversial.
Asteria Desi K.S. & Yustinus Andri
Asteria Desi K.S. & Yustinus Andri - Bisnis.com
07 Februari 2022 | 11:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Belum lama ini nama PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) berhasil mencuri perhatian publik, lantaran aksi rights issue yang dilakukannya berhasil menarik minat sejumlah perusahaan besar. Minat itu di antaranya datang dari perusahaan milik keluarga Sariaatmadja dan Grup Salim.

Dalam aksi korporasi yang dilakukan pada bulan lalu tersebut, BBHI tercatat membukukan dana sebesar Rp4,8 triliun dari aksi penambahan dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III atau rights issue.

Selain karena melibatkan sejumlah taipan, tentunya selain Chairul Tanjung (CT) sebagai pemegang saham pengendali, aksi rights issue yang dilakukan BBHI dinilai menarik oleh publik dan investor lantaran identitasnya sebagai bank digital.

Namun, bagaimanakah rekam jejak Allo Bank sebelum akhirnya berhasil menjadi salah satu bank digital yang mulai diperhitungkan di Indonesia?

Adapun, sebelum dicaplok oleh PT Mega Corpora yang merupakan salah satu perusahaan Grup Chairul Tanjung atau CT Corp, Allo Bank dikenal dengan nama PT Bank Harda Tbk. PT Hakim Putra Perkasa (HPP) tercatat menjadi pemegang saham pengendali dari BBHI sebelum masuknya CT Corp.  

Jika ditarik mundur, seperti dikutip dari laman resmi Bank Harda, sejarah berdirinya emiten bersandi BBHI ini bermula dari dibentuknya badan hukum PT Bank Arta Griya pada 21 Oktober 1992, yang kemudian berubah nama menjadi PT Bank Harda Griya atau Bank Harda.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top