Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Pandemi virus corona menambah panas persaingan bank besar di Tanah Air. (Bloomberg / Brent Lewin)
Lihat Foto
Premium

Adu Strategi Bisnis Wealth Management BCA (BBCA) Vs DBS Indonesia

DBS Indonesia optimistis situasi pasar investasi domestik akan tetap terjaga di tengah bayang-bayang inflasi.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com
05 September 2022 | 21:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis pengelolaan kekayaan alias wealth management masih menawarkan peningkatan pendapatan oleh perbankan. 

Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengatakan dalam mendorong pertumbuhan nasabah wealth management, DBS Indonesia berfokus pada dua area. 

Pertama, pihaknya melakukan pengembangan kapabilitas digital secara kontinu sehingga nasabah dapat lebih mudah mengakses produk produk wealth management perusahaan. Sedangkan kedua, client engagement yang lebih intensif berupa smart insights yang disampaikan melalui kanal relationship manager, EDM, push notes serta client event. 

“Smart insights selalu memberikan pandangan terkini agar nasabah dapat mengambil peluang pasar dan menata portofolio investasi mereka,” kata Djoko kepada Bisnis, Senin (5/9/2022). 

Djoko masih optimistis bahwa situasi pasar investasi domestik akan tetap terjaga di tengah bayang-bayang melonjaknya inflasi. Pasalnya, makro ekonomi Indonesia diprediksi masih akan tetap bertumbuh positif di 5,2 persen pada 2022. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top