Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Mandiri batasi kredit valas

Errol Poluan   -   Kamis, 03 Februari 2011, 09:00 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk menerapkan perlindungan alami (natural hedge) dalam menekan tingkat risiko pembiayaan valuta asing, dengan memberikan kredit hanya kepada perusahaan yang memiliki pendapatan dalam mata uang asing.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Sentot A. Sentausa menyebutkan risiko pembiayaan dalam valuta asing (valas) lebih besar dibandingkan dengan pembiayaan dalam rupiah.Selain memiliki risiko kredit bermasalah, pembiayaan valas juga memiliki risiko sumber likuiditas yang terbatas. "Kalau rupiah hanya risiko kredit. Kalau pinjaman dolar ada risiko kredit dan risiko mata uang," ujarnya Rabu.Untuk menekan tingkat risiko kredit valas, Sentot mengatakan pembiayaan hanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki penghasilan dalam valas seperti dolar Amerika Serikat (AS). "Jadi ini natural hedge. Kalau kredit dalam dolar AS pendapatannya juga harus dolar AS," katanya.Sebelumnya, Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N Mansury menyatakan bank pelat merah ini akan mengerem laju pertumbuhan kredit valas, menyusul aturan kenaikan giro wajib minimum valas yang baru."Kami punya likuiditas yang cukup baik, cuma kami akan menahan kredit valas untuk tumbuh secara signifikan seperti yang terjadi pada 2010," ujarnya beberapa waktu lalu.Dia menjelaskan hingga September 2010, kredit valas yang telah disalurkan mencapai US$4 miliar dengan loan to deposit ratio (LDR) mencapai 85%. "Sebagian besar berasal dari korporasi," katanya. (yes)


Editor : Mursito

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.