BI prediksi uang elektronik tumbuh 130%

JAKARTA: Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan jumlah uang elektronik beredar sampai dengan akhir tahun ini dapat mencapai 130% dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2009 seiring tingginya minat perusahaan menerbitkan kartu e-money.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  12:03 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan jumlah uang elektronik beredar sampai dengan akhir tahun ini dapat mencapai 130% dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2009 seiring tingginya minat perusahaan menerbitkan kartu e-money.

Aribowo, Kepala Biro Kebijakan dan Pengembangan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), menuturkan pertumbuhan minat masyarakat menggunakan uang elektronik mendorong keinginan perusahaan untuk menerbitkan kartu e-money sehingga menambah volume uang beredar.Banyak perusahaan melirik bisnis e-money karena dinilai menguntungkan. Di sisi lain, masyarakat menyukai e-money karena dinilai lebih praktis. Sampai akhir tahun bisa tumbuh sampai sekitar 130%, katanya kepada Bisnis, hari ini.BI melaporkan sepanjang tahun ini sampai dengan Oktober 2010 telah terjadi penambahan 3,71 juta uang elektronik beredar menjadi 6,72 juta, atau tumbuh sebesar 123,05% dari periode Desember 2009 sebanyak 3.01 juta uang elektronik.Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy), maka telah terjadi penambahan 4,16 juta uang elektronik, melonjak 162,97% dari 2,55 juta uang elektronik pada Oktober 2009.Pertumbuhan jumlah uang elektronik beredar itu mendorong kenaikan volume penggunaan dan nilai transaksi uang elektronik, katanya.Namun berbeda dengan pertumbuhan jumlah uang elektronik beredar yang menembus 3 digit, pertumbuhan volume dan nilai transaksi uang elektronik hanya sebesar 2 digit.Berdasarkan catatan BI, volume transaksi uang elektronik periode Oktober 2010 mencapai 2,44 juta transaksi, tumbuh 37,07% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,78 juta transaksi.Sementara itu, nilai transaksi uang elektronik pada periode tersebut naik 16,25% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp55,25 miliar menjadi Rp64,23 miliar per Oktober 2010.BI mencatat saat ini terdapat 10 penerbit uang elektronik di mana 6 penerbit dari industri perbankan antara lain BPD DKI Jakarta, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mega, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.Adapun 4 penerbit lainnya adalah perusahaan non bank yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Telekomunikasi Selular Tbk, PT Skye Sab Indonesia, dan PT Indosat Tbk.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top