Remitansi capai Rp545 miliar, naik signifikan

HONG KONG: Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (remitansi) sepanjang 2010 mengalami peningkatan yang sangat signifikan, jika dibandingkan dengan catatan transaksi yang terjadi selama 2009. Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi remitansi selama
News Editor | 27 Desember 2010 05:35 WIB

HONG KONG: Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (remitansi) sepanjang 2010 mengalami peningkatan yang sangat signifikan, jika dibandingkan dengan catatan transaksi yang terjadi selama 2009. Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi remitansi selama Oktober 2010 tercatat sebanyak 125.718 dengan nilai transaksi sebesar Rp545,862 miliar, atau dengan rata-rata volume harian sebanyak 4.055 dengan nilai transaksi Rp17,608 miliar.

Nilai transaksi sepanjang Oktober 2010 tersebut adalah lebih dari setengah total transaksi selama 1 tahun sebelumnya yang hanya Rp954,307 miliar, dengan volume transaksi hanya sebanyak 130.875.

“Per Oktober 2010 rata-rata harian sebesar Rp17,608 miliar. Biasanya Desember yang paling tinggi,†kata Aribowo, Kepala Biro Penelitan dan Pengembangan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, di sela-sela launching GoldREX-ATM Bersama di Hong Kong, Minggu sore.

Aribowo menyebutkan bahwa sebagian besar remitansi yang tercatat di BI ini masih berasal dari negara-negara dengan jumlah tenaga kerja Indonesia yang besar, a.l. Malaysia, Hong Kong, dan Arab Saudi.

Kendati mengalami peningkatan, dia memperkirakan jumlah ini masih lebih kecil dibandingkan dengan pengiriman yang tidak tercatat di bank sentral itu. "Ini merupakan remitansi yang ada izin dan tercatat di BI. Sementara, yang tidak tercatat di BI diperkirakan jumlahnya lebih besar lagi," katanya. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup