2011, BTN gelar sekuritisasi aset Rp1 triliun

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk berencana menggelar sekuritisasi KPR senilai minimal Rp1 triliun pada tahun depan.Saat ini, BTN baru mencatatkan efek beragun aset (EBA) sebesar Rp750 miliar dengan menggunakan aset kredit pemilikan rumah (KPR) sebagai
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  10:06 WIB

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk berencana menggelar sekuritisasi KPR senilai minimal Rp1 triliun pada tahun depan.Saat ini, BTN baru mencatatkan efek beragun aset (EBA) sebesar Rp750 miliar dengan menggunakan aset kredit pemilikan rumah (KPR) sebagai aset dasarnya.Dari jumlah yang dicatatkan itu, EBA DBTN I/2010 yang baru dicatatkan terdiri dari kelas A senilai Rp688,5 miliar dan sisanya Rp61,5 miliar masuk kategori kelas B.Besaran rincinya belum dapat dipastikan karena menunggu persetujuan komisaris dan manajemen, ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam paparan pers, siang ini.Dia mengatakan proses sekuritisasi KPR untuk menjadi EBA itu dapat memudahkan perusahaan menghimpun dana dari pasar modal untuk menyesuaikan ketidaksesuaian waktu antara sumber dana dan pinjaman yang disalurkan perusahaan kepada nasabahnya.Selain itu, tuturnya, aset piutang KPR perusahaan yang sebelumnya tidak likuid turut menjadi likuid dan mampu memberikan suntikan dana bagi salah satu bank BUMN itu. EBA itu merupakan hasil sekuritisasi dari kontrak investasi kolektif EBA (KIK-EBA) yang dibentuk PT Danareksa Investment Management sebagai manajer investasi bersama dengan PT Bank Mandiri Tbk sebagai kustodian.KIK itu dibentuk dari aset dasar KPR yang dijual BTN kepada Danareksa Investment. Dalam penerbitan EBA yang telah terbit untuk ketiga kalinya itu, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) bertindak sebagai pengatur penerbitan dan penjamin kualitas aset EBA.Selanjutnya, PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Securities), PT Trimegah Securities Tbk, dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (Kresna Securities) yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi penerbitan efek derivatif itu.Sebelumnya, EBA yang telah beredar dengan nama DSMF-BTN I/2009 & II/2009 diterbitkan dengan nilai sekitar Rp500 miliar. Setelah dicatatkan di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia hari ini, harga EBA DBTN I/2010 menguat ke level 101,6% dari nilai awal 100%.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top