BJB pacu pendapatan berbasis biaya

JAKARTA: PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk berencana meningkatkan pendapatan berbasis biaya melalui pengembangan bisnis internasional dan peningkatan aset treasury.Direktur Utama Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Bien Subintoro mengungkapkan pasca-penawaran
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 18 September 2011  |  13:48 WIB

JAKARTA: PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk berencana meningkatkan pendapatan berbasis biaya melalui pengembangan bisnis internasional dan peningkatan aset treasury.Direktur Utama Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Bien Subintoro mengungkapkan pasca-penawaran saham perdana (initial public offering/ IPO) skala asset perusahaan terus bertumbuh, sebab itu perusahaan tidak hanya akan mengandalkan bisnis kredit konsumen dan retail seperti ketika masih menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD)."Selama ini aset BJB lebih banyak menghasilkan return rendah, baik aset treasury, money market [pasar uang], maupun penempatan di BI. Kami akan tingkatkan yield di situ ," ujarnya, akhir pekan lalu.Selain itu, BJB saat ini tengah fokus mengembangkan divisi internasional yang akan melayani kebutuhan bisnis trade finance. Pengembangan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk.Hal tersebut sejalan dengan rencana penerbitan peraturan baru Bank Indonesia mengenai lalu lintas devisa terkait utang dan ekspor luar negeri yang akan meminta eksportir untuk menyimpan hasil ekspor di sistem keuangan di dalam negeriMenurut Bien, BJB sebenarnya telah lama menjadi bank devisa, tetapi tidak memiliki transaksi devisa. Sebab itu pihaknya  mulai mengembangkan bisnis ini, juga guna menambah pendapatan berbasis biaya."Divisi internasional baru buka sebulan yang lalu, angka mungkin baru bsia muncul bulan depan. Saat ini kami pun belum bisa memperkirakan target setahun pertama operasional," jelasnya.Dia menambahkan, saat ini divisi tersebut sudah mulai beroperasi, tetapi masih dalam tahap penjualan produk karena baru dimulai. Guna mengembangkan penjualan, BJB juga membuka kantor pusat international and institutional banking di Jakarta.Bien mengungkapkan, secara bertahap seluruh bisnis unit yang terkait dengan transaksi korporasi akan dipindahkan ke Jakarta. Sayangnya dia enggan mengonfirmasi target perseroan mengenai rencana peningkatan pendapatan berbasis laba tersebut.Selain itu, BJb juga tengah mengurangi porsi kredit komersial dari 70% menjadi 50%. Dengan demikian perusahaan harus meningkatkan penyaluran kredit di bidang konsumer, mikro dan korporasi.Dia mengaku pihaknya akan meningkatkan kredit mikro hingga Rp3,5 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu Rp1,5 triliun."Kredit mikro saat ini sekitar Rp3 triliun. Tahun lalu kira-kira Rp1,5 triliun. Jadi rencananya setiap tahun naik 2 kali lipat," jelas Bien. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top