Bank Mutiara integrasikan trade finance dengan pembayaran pajak

JAKARTA: PT Bank Mutiara Tbk mempersiapkan layanan terbaru berupa bisnis trade finance yang terintegrasi dengan unit kredit dan penyediaan kantong pembayaran pajak guna merespon rencana Bank Indonesia menerbitkan kebijakan lalu lintas devisa.Direktur
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 21 September 2011  |  09:13 WIB

JAKARTA: PT Bank Mutiara Tbk mempersiapkan layanan terbaru berupa bisnis trade finance yang terintegrasi dengan unit kredit dan penyediaan kantong pembayaran pajak guna merespon rencana Bank Indonesia menerbitkan kebijakan lalu lintas devisa.Direktur Treasury dan International Banking Bank Mutiara Ahmad Fajar memperkirakan perseroan dapat meraih pendapatan Rp15 miliar dari trade finance dan tambahan Rp5 miliar dari penyediaan kantong pembayaran pajak."Target 2011 fee based income [pendapatan berbasis biaya] kurang lebih Rp11 miliar. Ke depan pendapatan akan naik menjadi sekitar Rp15 miliar, karena didorong kebijakan BI [Bank Indonesia]. Kami akan dapat tambahan dari pajak impor dan ekspor barang," ujarnya, kemarin.Menurut dia, salah satu hal yang dapat mengikat nasabah adalah kucuran kredit. Ketika memberikan kredit, perseroan dapat meminta perjanjian agar seluruh transaksi ekspor-impor dilakukan melalui Bank Mutiara.Dengan demikian ketika nasabah menggunakan layanan kredit, perseroan juga akan menyediakan fasilitas trade finance dalam satu paket. Melalui strategi tersebut Fajar berharap dapat meraih pendapatan dari provisi kredit, provisi ekspor maupun impor, serta jual beli valuta asing (valas) dalam satu paket nasabah.Selain itu, lanjutnya, perseroan juga akan membuka kantong pembayaran pajak impor dan ekspor barang melalui karja sama dengan Dirjen Pajak. Melalui kantong-kantong tersebut, dia berharap dapat menambah Rp5 miliar ke dalam kas perusahaan, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun ini yang diperkirakan belum mencapai Rp2 miliar.Fajar mengungkapkan perseroan juga akan membuka dan meningkatkan layanan pembayaran pajak impor dan ekspor barang di kota-kota dengan pelabuhan besar, antara lain di Medan, Surabaya, Semarang dan Makassar. Tak hanya itu, tambah dia, perseroan juga akan membuka kantor kas di beberapa pelabuhan yaitu Tanjung Perak, Tanjung Priuk dan Tanjung Mas. "Jadi nanti kami akan membuka kantor kas dan kantor pembayaran pajak ekspor dan impor barang bersamaan," jelasnya.Sejalan dengan rencana tersebut, perseroan juga akan meningkatkan bisnis jasa pengiriman uang (remitansi) pada 2012 dengan cara memperbanyak gerai yang dapat melayani bank notes, serta membuka galeri. Fajar menyatakan perseroan akan membuka 4 galeri baru di Jakarta, Medan, Denpasar dan Surabaya yang dapat melayani bank notes dan devisa umum, dalam waktu dekat. Namun dia enggan mengungkapkan tanggal pembukaan gerai baru tersebut.Dia juga mengakui perseroan saat ini sedang meningkatkan bank notes dan devisa umum karena volume transaksi yang dinilai cukup besar, yaitu US$8 juta-US$10 juta per hari. Selain itu pangsa pasar Bank Mutiara dalam jasa bank notes juga telah mencapai 30%-40%.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top