Aset Bank Mega Syariah turun

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  16:42 WIB

 

JAKARTA: Kinerja PT Bank Syariah Mega Indonesia hingga akhir Agustus 2011 masih negatif yang dipengaruhi oleh penurunan dana masyarakat khususnya deposito.
 
Beny Witjaksono, Direktur Utama Bank Syariah Mega Indonesia (Bank Mega Syariah), menyatakan posisi aset perseroan pada akhir Agustus 2011 sebesar Rp4,4 triliun, turun dibandingkan dengan akhir 2010 yang sebesar Rp4,6 triliun.
 
Sebenarnya, penurunan tersebut telah terlihat pada pertengahan 2011, dengan posisi aset akhir Juni sebesar Rp4,48 triliun. Namun kinerja selama 2 bulan hingga akhir Agustus ternyata belum mampu meningkatkan aset perseroan.
 
Beny Witjaksono beralasan penurunan aset disebabkan oleh penurungan dana pihak ketiga terutama pada portofolio dana mahal, yakni deposito. 
 
"DPK [dana pihak ketiga] kami tekan untuk produktivitas yang lebih baik," ujarnya hari ini.
 
Menurut dia, dengan strategi tersebut porsi dana murah, yakni tabungan dan giro, meningkat menjadi 32% dan sisanya adalah dana mahal. Adapun porsi dana murah pada akhir 2010 hanya sekitar 20%.
 
Penurunan dana masyarakat juga mendorong peningkatan rasio intermediasi (finance to deposit ratio/FDR) anak usaha PT Bank Mega Tbk ini menjadi 87-89% dibandingkan dengan akhir 2010 yang sekitar 80%.
 
Beny optimis aset perseroan akan tumbuh positif pada akhir 2011 karena dana masyarakat akan masuk kembali ke BSMI. "Jadi penurunan DPK itu memang biasa terjadi pada pertengahan tahun dan akan naik lagi pada akhir tahun," ujarnya.
 
Pada 2010 aset Bank Mega Syariah juga tumbuh konservatif, yakni sebesar 6%. Padahal pada tahun sebelumnya, perseroan mencatatkan pertumbuhan yang cukup agresif dengan peningkatan aset sebesar 42%. (sut)
 
Dia berharap konsolidasi perseroan akan selesai pada akhir tahun ini sehingga dapat mendorong pertumbuhan. Namun dia belum bisa memproyeksi berapa pertumbuhan yang akan diraih apabila konsolidasi selesai dilakukan. (20)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top