KOMISIONER OJK: Ketua DPR belum tahu daftar 14 calon

 
Saeno | 08 April 2012 20:36 WIB

 

JAKARTA: Ketua DPR  Marzuki Ali mengaku belum mengetahui 14 nama calon komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang telah beredar di masyarakat. 
 
Politikus Partai Demokrat itu juga mengaku belum menerima surat pengajuan calon komisioner OJK dari presiden, seperti disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrian Pasha.
 
“Belum terima,” ujarnya dalam pesan singkat kepada Bisnis  hari ini.
 
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis juga mengaku belum menerima 14 nama calon komisioner OJK dari pimpinan DPR RI. Menurutnya, Rabu, pekan ini, nama tersebut baru diumumkan oleh pimpinan DPR.
 
Dia menyampaikan Komisi XI DPR RI akan membahas uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner OJK setelah masa reses. Pasalnya legislatif diberi waktu selama 45 hari untuk menyelesaikan fit and propertest itu.
 
“DPR kembali masuk pada 14 Mei, reses dimulai pada 13 April ini. Tapi, 45 hari masa efektif pembahasan tidak dihitung saat musim reses,” ujarnya.
 
Dia menyarankan sebelum fit and proper test dilakukan, dewan agar melakukan dengar pendapat dengan lembaga swadaya masyarakat, lembaga konsumen, asosiasi perbankan, pasar modal dan industri keuangan lainnya serta memanggil Pansel OJK. 
 
“Saya belum tahu apakah kami akan memilih 7 orang atau memilih sebagian saja dan dikembalikan lainnya, tergantung hasil hearing nanti. Diharapkan Juni OJK sudah terbentuk oleh DPR,” tuturnya.
 
Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, versi pertama 14 nama calon komisioner OJK yang diajukan oleh presiden, Yunus Husein (mantan Ketua PPATK dan peneliti utama BI), Mulia P. Nasution (mantan Sekjen Kementerian Keuangan), dan Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI).
 
Selanjutnya, Hekinus Manao (mantan Irjen Kemenkeu), Nurhaida (Kepala Bapepam LK), Sahala Lumban Gaol (Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN), Achjar Iljas (mantan Deputi Gubernur BI), Kusumaningtuti SS (Direktur BI) dan Nelson Tampubolon (Mantan Direktur Internasional BI).
 
Selain itu, I Wayan Agus Mertayasa (mantan Wadirut Bank Mandiri), Ogi Prastomiyono (Direktur Bank Mandiri), Rijani Tirtoso (EVP Coordinator Internal Audit Bank Mandiri) dan Riswinandi (Wadirut Bank Mandiri) dan Peter Benyamin Stok (Komisaris Utama BNI).
 
Namun, versi kedua yang beredar terdapat empat nama baru, yakni Rachmat Waluyanto (Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu), Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif LPS), Isa Rachmatarwata (Kabiro Babepam LK), dan Ilya  Avianti (Auditor BPK).
 
Berarti terdapat nama pada versi pertama yang tidak masuk, seperti Sahala Lumban Gaol, Nelson Tampubolon, Ogi Prastomiyono, dan Rijani Tirtoso. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top