KINERJA BANK SULSELBAR: Kuartal I/2012 raup laba Rp90 miliar

JAKARTA: PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat mencatatkan laba sebelum pajak Rp90,26 miliar sepanjang triwulan pertama 2012, tumbuh 5,86% dibandingkan laba sesudah pajak triwulan I/ 2011 Rp85,26 miliar.Direktur Utama Bank Pembangunan
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 22 April 2012  |  17:50 WIB

JAKARTA: PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat mencatatkan laba sebelum pajak Rp90,26 miliar sepanjang triwulan pertama 2012, tumbuh 5,86% dibandingkan laba sesudah pajak triwulan I/ 2011 Rp85,26 miliar.Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Bank Sulselbar) Ellong Tjandra mengungkapkan perolehan laba didorong oleh pertumbuhan kredit yang cukup baik. Per Maret 2012 perseroan mencatatakan pertumbuhan kredit 15,26% mejadi Rp5,58 triliun dari Rp4,84 triliun."Sumber pendapatan utama masih berasal dari pendapatan bunga dan fee based income [FBI/ pendapatan berbasis biaya]. Kredit tumbuh baik dan sejalan dengan target kami. Kinerja keuangan tumbuh double digit," ujarnya kepada bisnis, pekan lalu.Dengan demikian booking baru kredit selama 3 bulan pertama tahun ini mencapai Rp186,97 miliar.Penyaluran kredit tersebut didukung oleh penurunan rasio kredit macet (non performing loan/ NPL) menjadi 0,6% per triwulan I/ 2012. Adapun pada akhir tahun lalu NPL mencapai 1,78%, sedangkan pada Maret 2011 sebesar 0,82%.Ellong mengaku fokus penyaluran kredit saat ini adalah pada usaha mikro kecil dan menengah sebagai bagian dari arah (road map) menuju BPD Regional Champion. Meski demikian dia mengaku tidak ingat angka penyaluran kepada segmen tersebut.Perolehan kredit tersebut membantu menambah kekayaan baru perseroan Rp2,7 triliun dalam 3 bulan terakhir menjadi Rp9,99 triliun dari Rp7,29 triliun per Desember 2011 (year to date). Adapun aset tersebut tumbuh 37,2% dari perolehan Maret 2011 Rp7,28 triliun.Untuk menunjang pertumbuhan kredit, perseroan telah berhasil meraih dana pihak ketiga (DPK) Rp7,53 triliun, tumbuh 35,7% dibandingkan tahun sebelumnya Rp4,84 triliun.Sementara itu perolehan dana kelolaan baru sepanjang triwulan I/ 2012 adalah Rp2,24 triliun. Adapun sepanjang tahun lalu perseroan berhasil meraih dana kelolaan Rp5,39 triliun.Kinerja yang baik tersebut rupanya belum diiringi oleh efisiensi perseroan. Hal tersebut tampak dari peningkatan rasio biaya operasional dan beban operasional (BOPO) perseroan dari 67,22% pada triwulan pertama 2011 menjadi 71,8% pada triwulan I/ 2012. Meski demikian rasio tersebut telah membaik dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 72,13%.Sementara itu rasio kecukupan modal perseroan (capital adequacy ratio/ CAR) terus mengalami peningkatan dari 17,84% per Maret 2011 menjadi 22,79% pada Maret 2012. Rasio ini juga meningkat tipis dari 21,29% pada akhir tahun lalu. (Faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top