OBLIGASI REKAP: BI serahkan penanganan kebijakan ke Kemenkeu

JAKARTA: Bank Indonesia menyerahkan kebijakan penanganan obligasi rekap yang dimiliki oleh entitas perbankan kepada Kementerian Keuangan yang menerbitkan surat utang tersebut.
News Editor | 26 April 2012 11:37 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia menyerahkan kebijakan penanganan obligasi rekap yang dimiliki oleh entitas perbankan kepada Kementerian Keuangan yang menerbitkan surat utang tersebut.

 

Saat ini, PT Bank Mandiri Tbk telah mengajukan opsi ke Bank Indonesia untuk membeli obligasi rekap yang dimiliki oleh perseroan. 

Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi Ahmad Djohansyah mengungkapkan Kementerian Keuangan harus mengubah status obligasi rekap.

"Bolanya ada di Kementerian Keuangan. Kalau ada bank yang minta supaya BI membeli obligasi rekap yang dimilikinya tentu harus diubah status surat utang tersebut dari hold to maturity menjadi available to sale," ujarnya

Kepada Bisnis, hari ini, Kamis, 26 April 2012.  Artinya, lanjut dia, Bank Mandiri perlu membicarakan rencana pengurangan obligasi rekap bersama Kementerian Keuangan.

 

Saat ini,  Bank Mandiri  berupaya  menjual obligasi rekap secara paket guna menarik minat investor untuk membeli.Obligasi rekap jenis variable rate yang dimiliki oleh Bank Mandiri cukup menekan pendapatan perseroan karena imbal hasil yang diberikan merosot sejalan dengan penurunan bunga acuan yang dipakai surat utang itu.Manajemen Bank Mandiri telah menyiapkan sejumlah strategi untuk melakukan pelepasan obligasi rekap, mulai buy back pemerintah, penjualan kepada Bank Indonesia dan pelepasan kepada investor. (ra)

 

>BACA JUGA

-3 Jenazah TKI di Malaysia mulai diotopsi

Sumber : M. Munir Haikal

Tag :
Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top