OJK Pesimistis Dengan Kesepakatan MEA 2015

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pesimis dengan kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 akan tercapai oleh negara-negara Asia Tenggara.
Novita Sari Simamora | 02 Desember 2013 18:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pesimis dengan kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 akan tercapai oleh negara-negara Asia Tenggara.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan masing-masing negara memiliki agenda sendiri-sendiri yang hendak dicapai sehingga belum menciptakan satu kesepatan yang hendak dicapai.

“Kesepakatan pada level negara Asean belum final,  otoritas-otoritas negara Asean sibuk dengan agenda masing-masing dan saya pesimis MEA bisa tercapai di 2015,” ucapnya pada Bisnis, Senin (2/12/13).

Muliaman mempertanyakan apakah implementasi dari integrasi dapat dicipatkan. Dia menekankan agar integrasi tersebut tak menyebabkan kerugian bagi Indonesia. Lanjutnya, untuk menciptakan kesiapan maka harus ada kesepahaman.

Di sisi lain, untuk mendukung terlaksananya MEA 2015, perlu adanya persyarakat yakni membangun capacity building (peningkatan kapasitas) dari regulator, serta harus ada training (pelatihan) untuk menyamakan kualitas.

Sebelum MEA 2015 digelar, dia menyarankan agar kalangan industri keuangan mempersiapkan infrastruktur yang kuat dan bisa menciptakan efisiensi. “Bila belum siap integrasi, saya sarankan saja dengan menggunakan bilateral,” ucapnya.

Dia mengatakan bila menggunakan bilateral, maka negara-negara yang bersangkutan langsung mengetahui hal-hal apa saja yang hendak dilakukan.

Tag : ojk
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top