Mengenal Blockchain, Teknologi yang akan Mengubah Bisnis Perbankan

Seiring dengan kemajuan teknologi, industri perbankan juga mau tidak mau akan ikut berubah.
Abdul Rahman | 05 Januari 2017 23:22 WIB
Kantor Bank Indonesia - Reuters/Supri

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan kemajuan teknologi, industri perbankan juga mau tidak mau akan ikut berubah.

Enterprise Director Microsoft Indonesia Kustiawan Kusumo mengatakan salah satu jenis teknologi berbasis cloud yang dipercaya akan mengubah masa depan industri bank global adalah blockchain.

"Perbankan adalah salah satu contoh industri yang akan merasakan pengaruh kuat blockchain," ungkapnya di Jakarta pada Kamis (5/1/2016).

World Economic Forum baru-baru ini mengumumkan blockchain merupakan salah satu dari 10 teknologi paling inovatif pada 2016.

Secara sederhana, blockchain adalah buku besar transaksi digital berbasis komputasi awan yang mampu mencatat berbagai data transaksi secara real time.

Data transaksi ini selanjutnya akan blockchain buka ke beberapa jaringan komputer sekaligus dan memungkinkan seluruh pihak terkait untuk mengkaji data tersebut bersama-sama.

Blockchain memungkinkan seluruh transaksi perbankan untuk berlangsung kapan saja selama 24 jam dan di mana saja. Mulai dari transfer, penyimpanan dan pengambilan uang, pengajuan kredit, pembayaran internasional, hingga kliring bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor cabang.

Meskipun dominasi blockchain terhadap industri perbankan begitu kuat, perbankan tetap tidak akan mati karena blockhain, sebab bagaimana pun bank sentral tetap akan diperlukan untuk mengatur alur transaksi dan menyediakan modal usaha.

Blockchain juga sesungguhnya membuka beragam peluang untuk perbankan seperti mengurangi kebutuhan akan validator pihak ketiga, memodernisasi infrastruktur perbankan, dan mengamankan transaksi.

Sebagai contoh, blockchain dapat mempermudah perbankan untuk menganalisis latar belakang nasabah yang mengajukan kredit serta mengurangi biaya administrasi transaksi keuangan.

Pada 2016, perbandingan rasio interaksi berbasis digital dengan tatap muka bahkan mencapai 400:1. Kondisi ini akan terus berkembang mengingat jumlah penggunaan mobile connection di Indonesia mencapai 318 juta pengguna atau 125% dari total populasi.

Di sisi lain, sifat blockchain yang terbuka dan transparan sangat tepat bagi industri fintech yang melibatkan banyak pihak dan selama ini masih memerlukan kertas manual.

Blockchain mampu menyederhanakan cara individu serta organisasi dalam bertransaksi menjadi tanpa sekat dan batas, sehingga mendukung mobilitas pengguna.

Tag : perbankan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top