IIF Komitmen Tambah Pembiayaan Infrastruktur Rp12 Triliun

PT Indonesia Infrastructure Finance atau IIF membidik pertumbuhan komitmen pembiayaan infrastruktur paling tidak 50% pada tahun ini.
Asteria Desi Kartika Sari | 22 Maret 2017 00:19 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com,JAKARTA—PT Indonesia Infrastructure Finance atau IIF membidik pertumbuhan komitmen pembiayaan infrastruktur paling tidak 50% pada tahun ini.

 Presiden Direktur IIF Ari Soerono mengatakan perusahaan menargetkan setiap tahunnya dapat meningkatkan pertumbuhan pembiayaan hingga Rp4 triliun—Rp5 triliun. Sedangkan pembiayaan yang telah disalurkan pada 2016, kata Ari, telah mencapai Rp8 triliun.

 “Dari Rp8 triliun, pada tahun ini kami menargetkan bisa meningkatkan komitmen pembiayaan sebesar Rp12 triliun—Rp13 triliun,” kata Ari, Selasa (21/3).

 Sejauh ini, IIF telah menyalurkan pembiayaan untuk proyek pembangkit listrik di Batam sebesar 70 megawatt, pembangkit listrik tenaga surya di Gorontalo sebesar 2 megawatt, dan pembangkit listrik lainnya seperti mini hidro di Sumatera Barat sebesar 20 megawatt. Adapula pembiayaan untuk perusahaan yang mengembangkan energi baru terbarukan (renewable energy).

 Dia mengatakan portofolio pembiayaan IIF masih didominasi oleh proyek telekomunikasi dan energi. Masing-masing porsi proyek tersebut sebesar 30%, sedangkan sisanya pembiayaan pada proyek infrastruktur jalan tol dan pelabuhan udara.

 “Untuk tahun ini, kami melihat yang cukup besar di infastruktur itu seperti fasilitas pengolahan gas dan fasilitas penyimpanan bahan bakar,” katanya.

 Dia menuturkan mayoritas proyek infrastruktur yang dibiayaai oleh IIF ditempuh melalui skema kredit sindikasi. “Kami kan tidak boleh sendirian, harus selalu bareng. Namun selain sindikasi bisa juga bisa dalam bentuk lain misalnya bilateral,” ujar Ari.

 Menurut Ari, untuk tahun ini target sindikasi yang akan dilakukan perusahaan cukup banyak, kendati belum dapat dirinci secara detail lantaran masih dalam pembahasan dengan pihak internal.

 Guna mencapai komitmen pertumbuhan pembiayaan, perusahaan juga harus kembali pendanaan yang solid. Ari mengatakan secara keseluruhan pendanaan perusahaan tahun ini mencapai sekitar 90% dari total pertumbuhan komitmen pembiayaan. Oleh karena itu, IIF harus mendapatkan dana sekitar Rp3,6 triliun—Rp4,5 triliun sepanjang tahun 2017.

 Selain suntikan modal dari pemegang saham, anak usaha PT Sarana Multi Infrastruktur tersebut bakal mencari dana dari pasar modal melalui penerbitan surat utang atau obligasi dalam waktu dekat. Meski, menurut Ari nilainya masih dalam perhitungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multifinance

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top