Jajaran Direksi Telkom Dirombak

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., merombak besar susunan direksi seiring \'pembajakan\' tiga direksi oleh badan usaha milik negara (BUMN) lain.
Lavinda | 22 April 2017 00:39 WIB
Telkom Indonesia. - telkom

Bisnis.com, JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., merombak besar susunan direksi seiring 'pembajakan' tiga direksi oleh badan usaha milik negara (BUMN) lain.

Dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Telkom, pemegang saham memutuskan menunjuk Zulhelfi Abidin, yang semula menjabat Direktur Operasional PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menjadi Direktur Network and Information Technology Solution. Jabatan itu sebelumnya ditempati Abdus Somad Arief.

Sementara , Abdus Somad bergeser menjadi Direktur Wholesale and International Service yang sebelumnya dijabat Honesti Basir.

Mas'ud Khamid, Direktur Sales PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dipromosikan menjadi Direktur Consumer Service Telkom menggantikan Dian Rachmawan. Sedangkan, Dian mengalami perubahan posisi menjadi Direktur Enterprise and Business Service yang sebelumnya dijabat Muhammad Awaludin.

David Bangun, CEO PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), juga mengalami kenaikan jabatan menjadi Direktur Digital and Strategic Portofolio Telkom menggantikan Indra Utoyo.

Seperti diketahui, tiga direksi Telkom ditunjuk Kementerian BUMN bersama pemegang saham menjadi pucuk pimpinan dan petinggi perusahaan pelat merah lain.

Honesti Basir ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk., Muhammad Awaluddin diangkat menjadi Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tbk., sedangkan Indra Utoyo kini berada dalam jajaran direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Direktur Utama Telkom Alex Sinaga menyampaikan para pemegang saham, terutama kementerian BUMN sebagai wakil pemerintah yang memiliki mayoritas saham Telkom, tentu memiliki pertimbangan tersendiri atas perombakan jajaran direksi.

Dengan perubahan susunan jabatan tersebut, otomatis akan terjadi perubahan susunan direksi anak usaha, yakni Telkomsel dan Mitratel. Hal itu merupakan konsekuensi yang harus dilakukan karena petinggi di kedua perusahaan telah dipromosikan menjadi direksi induk usahanya.

“Soal pergantian direksi, saya kira pemegang saham punya pertimbangan tersendiri sehingga itu terjadi. Otomatis akan ada [perubahan direksi Telkomsel], tunggu RUPS saja,”tuturnya.

Tag : telkom
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top