ECB Diperkirakan Umumkan Sinyal Pengurangan Stimulus Moneter

Bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgarnya dalam pertemuan Dewan Gubernur pada Kamis (27/4/2017) pukul 11.45 GMT.
Yustinus Andri DP | 27 April 2017 15:25 WIB
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA—Bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgarnya dalam pertemuan Dewan Gubernur pada Kamis (27/4/2017) pukul 11.45 GMT.

Adapun, dalam pertemuan tersebut, ECB juga diprediksi akan mulai mengumumkan sinyal pengurangan stimulus moneternya  yang akan dimulai pada Juni.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters kepada sejumlah ekonom menyebutkan, ECB akan menunjukkan bahwa laju inflasi masih lemah dan laju pertumbuhan upah belum stabil. Hal itu membuat ECB akan mempertahankan kebijakan moneternya pada bulan ini.

"Kami berpikir bahwa pertemuan hari Kamis akan digunakan oleh ECB sebagai 'jembatan' untuk menunjukkan arah kebijakan selanjutnya yang akan di bahas pada Juni," kata ekonom UniCredit Marco Valli, seperti dikutip dari Reuters (27/4/2017).

Para ekonom dan analis memperkirakan, Gubernur ECB Mario Draghi akan menunjukkan sejumlah bukti yang menunjukkan prospek ekonomi yang baik dari Uni Eropa di masa depan. Bukti-bukti itu a.l. pertumbuhan ekonomi Eropa yang mulai menunjukkan pemulihan, kenaikan level kepercayaan konsumen dan pebisnis, serta surutnya potensi risiko politik dari pemilu Presiden Prancis.

Prediksi itu didasarkan pada ucapan anggota Dewan Gubenur ECB Benoit Coeure pekan lalu. sekutu dari Draghi ini menyatakan bahwa keseimbangan ekonomi di Eropa telah membaik. Dia tak secara eksplisit menyebutkan bahwa ECB akan melakukan perubahan kebijakan moneter. Namun dia menunjukkan indikasi bahwa perubahan kebijakan moneter itu berpotensi besar berubah pada tahun ini.

Indikasi ECB yang akan mempertahankan kebijaknnya pada bulan ini juga diungkapkan oleh ekonomi Sociee General Anatoli Annenkov. Dia melihat ECB akan sangat berhati-hati menarik pelonggaran moneternya, karena mulai terbatasnya amunisi bank sentral untuk menopang ekonomi kawasan jika terjadi gejolak tiba-tiba.

“Potensi gejolak masih berpeluang muncul kembali pada pemilihan umum di Italia. Untuk itu saya rasa ECB hanya akan menunjukkan bahwa perubahan moneter mungkin terjadi pada Juni,” katanya.

Sumber : Reuters

Tag : ecb
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top