KABAR GLOBAL 18 MEI: Perusahaan Teknologi Melawan Arus, Jutawan Cemaskan Pasar Keuangan Dunia

Sejumlah berita global mewarnai pemberitaan media nasional hari ini, Kamis (18/5/2017), di antaranya mengenai potensi raksasa teknologi di tengah melambatnya perekonomian China serta kecemasan sejumlah orang kaya terhadap ketidakpastian iklim ekonomi global.
Renat Sofie Andriani | 18 Mei 2017 09:14 WIB
Ilustrasi koneksi global - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita global mewarnai pemberitaan media nasional hari ini, Kamis (18/5/2017), di antaranya mengenai potensi raksasa teknologi di tengah melambatnya perekonomian China serta kecemasan sejumlah orang kaya terhadap ketidakpastian iklim ekonomi global.

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Perusahaan Teknologi Melawan Arus. Di tengah melambatnya perekonomian China, para raksasa teknologi justru berpotensi menunjukkan anomalinya. Mereka memiliki peluang yang menunjukkan bahwa bisnis mereka sama sekali tak terganggu dengan pelemahan ekonomi tersebut. (Bisnis Indonesia)

Impor Negara Berkembang Topang Pemulihan Global.  Aktivitas impor yang kuatdari negara-negara berkembang menjadisalah satu pendorong utama pemulihanaktivitas perdagangan dunia tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Pasar Finansial Terseret Krisis di Gedung Putih. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diguncang tudingan terkait pemberian informasi intelijen kepada Rusia, sehingga menyeret turun pasar finansial pada perdagangan Rabu (17/5). (Investor Daily)

Jutawan Cemaskan Pasar Keuangan Dunia. Iklim ekonomi, keuangan dan politik global yang tidak pasti akhir-akhir ini, membuat sejumlah orang kaya cemas akan investasinya. Para jutawan ini berencana meninjau ulang pilihan investasinya. (Kontan)

Yahoo akan Membeli Kembali Saham Senilai US$3 Miliar. Yahoo Inc akan membeli kembali saham senilai US$3 miliar melalui penawaran tender (tender offer). Aksi ini dilakukan untuk menaikkan likuiditas pemegang saham yang ingin menjual saham menjelang kesepakatan akuisisi Yahoo oleh Verizon Communications Inc. (Kontan)

Tag : yahoo, ekonomi china, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top