Pertumbuhan Anorganik, Bank Mandiri Berencana Tambah Anak Usaha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengaku masih berniat untuk tumbuh secara anorganik dengan mengakuisisi beberapa korporasi. Bank pelat merah itu mengaku melirik bank, terutama untuk bank di luar negeri, perusahaan pembiayaan, dan perusahaan pembiayaan mikro.
Surya Rianto | 15 Agustus 2017 18:06 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengaku masih berniat untuk tumbuh secara anorganik dengan mengakuisisi beberapa korporasi. Bank pelat merah itu mengaku melirik bank, terutama untuk bank di luar negeri, perusahaan pembiayaan, dan perusahaan pembiayaan mikro.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, perseroan masih melihat peluang untuk mengakuisisi beberapa korporasi, tetapi memang tidak dalam jangka dekat.

“Kami sih masih tertarik pada bank, terutama yang di luar negeri, selain itu juga kami tertarik untuk akuisisi perusahaan pembiayaan yang spesialisasi seperti untuk multiguna dan juga micro financing,” ujarnya pada pekan lalu.

Tiko, sapaan akrab Kartika, mengatakan, perseroan masih memiliki ruang untuk akuisisi karena rasio kecukupan modal atau capital adequacy rasio (CAR) sampai Juni 2017 berada pada posisi 21,5%.

“Kami masih punya ruang untuk akuisisi dengan kelebihan rasio kecukupan modal sekitar 3%, itu setara dengan Rp25 triliun,” ujarnya.

Di sisi lain, saat ini perseroan tengah mempersiapkan anak usaha di Malaysia. Untuk prosesnya, Bank Mandiri sudah mendapatkan kualifikasi sebagai qualified asean bank (QAB) dari regulator Malaysia. Adapun, nantinya anak usaha Bank Mandiri di sana bernam Bank Mandiri Berhad (Bhd.).

Sebelumnya, Tiko menyebutkan, dalam membuka jaringan di Malaysia itu, Bank Mandiri akan menyiapkan modal senilai 300 juta ringgit.  “Kami sudah memulainya dengan injeksi modal sebesar 50 juta ringgit. Jumlah ini akan terus ditambah secara bertahap,”

Perseroan juga terus berencana meningkatkan jaringan luar negeri dengan rencana akuisisi bank di Filipina.

Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, saat ini perseroan tengah melakukan kajian terkait peluang akuisisi dua bank di Filipina tersebut.

“Secara rinci, kami belum memutuskan untuk mengakusisi kedua bank di Filipina itu atau salah satu saja. Kami targetkan ekspansi ke sana rampung pada semester I/2018,” ujarnya.

Hery pun menyebutkan, perseroan juga merencanakan memperluas jaringan ke negara Asean lainnya seperti Vietnam atau Kamboja.

“Namun, untuk ekspansi ke Vietnam dan Kamboja masih agak jauh untuk direalisasikan,” sebutnya.

Saat ini Bank Mandiri telah memiliki 7 kantor luar negeri yang terdiri dari 5 cabang di Cayman Islands, Dilli Timor Leste, Hong Kong, Shanghai dan Singapura, serta 2 anak perusahaan yaitu Bank Mandiri Europe Limited di London dan Mandiri International Remittance di Malaysia.

Adapun, sampai saat ini, bank berkode emiten BMRI itu telah memiliki 11 anak usaha yang berada pada bidang sekuritas, aset manajemen, modal ventura, pembiayaan, asuransi, remitansi, bank syariah, dan bank konvensional.

Anak usaha Bank Mandiri itu antara lain terdiri dari, PT Bank Syariah Mandiri, Bank Mandiri (Europe) Ltd., PT Mandiri Sekuritas, PT Bank Mandiri Taspen Pos, PT Mandiri Tunas Finance, Mandiri International Remittance Sdn. Bhd., PT AXA Mandiri Financial Service, PT Mandiri AXA General Insurance, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, PT mandiri Utama Finance, dan PT Mandiri Capital Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri

Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top